Menyadari pentingnya peranan itulah, Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan semaksimal mungkin dalam menjalankan tugasnya. Sumbangsih pemikiran kepada pemerintah daerah dalam pendidikan, senantiasa dilakukan.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Habib Zainal Abidin menyampaikan, Dewan Pendidikan memiliki sejumlah fungsi dalam hal pendidikan. Salah satunya, memberikan pertimbangan dan dukungan tentang penyusunan program kerja.
Serta memberikan arahan dan masukan terhadap rumusan kebijakan, Dewan Pendidikan juga melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pendidikan. “Kami juga memiliki tanggung jawab melakukan penilaian hasil serta dampak dari kebijakan pendidikan dan mengadakan penelitian dan pengembangan layanan pendidikan,” bebernya.
Sepanjang 2020, Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan semaksimal mungkin menjalankan tugasnya. Disamping menghimpun dan menganalisa terhadap keluhan serta kritik masyarakat tentang dunia pendidikan, juga mengadakan monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pendidikan.
Pihak Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan juga senantiasa memberikan dorongan dalam peran serta masyarakat untuk memajukan pendidikan. Kegiatan diskusi bersama guru serta penyelenggara dan pemerhati pendidikan tak pernah tertinggal untuk dilakukan. Semuanya ditujukan, dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pasuruan.
“Seperti yang kami lakukan beberapa waktu lalu di pendopo Bangil. Kami mengundang penyelenggara pendidikan, pemerhati pendidikan dan berbagai lintas sektor dalam kegiatan Forum Group Discussion (FGD),” sambung dia.
Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Ridwan Cholil menguraikan, banyak hal yang telah dilakukan Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan di dunia pendidikan. Salah satunya, peningkatan peran komite sekolah.
“Kami memberikan bimtek untuk komite. Sehingga, mereka tidak hanya sekedar formalitas. Tapi, benar-benar bisa menjalankan peran dan fungsinya,” timpal dia.
Dewan Pendidikan Kabupaten Pasuruan juga pernah menyelesaikan persoalan dan keluhan guru-guru madrasah. Di mana, insentif mereka sempat tersendat. “Kami turun tangan dan melakukan komunikasi dengan dinas terkait. Dan Alhamdulillah, bisa teratasi,” ulasnya. (*) Editor : Jawanto Arifin