Plt Kepala Kemenag Kota Pasuruan Munif mengatakan, sejak pandemi Covid-19, pengajuan rekomendasi umrah memang sangat minim. Kendati mulai ada pembukaan ibadah umrah di Arab Saudi, sejauh ini belum mendongkrak pengajuan rekomendasi umrah.
“Masih tetap sepi, meskipun dari Arab Saudi sudah membuka Ibadah Umrah meskipun terbatas. Namun hal ini tidak berpengaruh pada pengajuan rekomendasi umrah,” jelasnya.
Munif menambahkan, sebelum pandemi lalu, pengajuan rekomendasi umrah cukup tinggi. Tiap satu bulan rata-rata bisa ada 10-25 pengajuan. Namun sejak pandemi, rekomendasi sangat sepi. Bahkan pernah tidak ada sama sekali yang mengajukan.
“Termasuk saat ini satu bulan paling hanya 1-2 pengajuan. Itupun juga masih belum tahu kapan akan berangkat umrah,” ujarnya.
Rekomendasi umrh memang diajukan dulu agar bisa mengurus paspor untuk berangkat. Untuk masyarakat yang sudah memiliki paspor tidak perlu mengurus rekomendasi umrah.
Dengan situasi yang masih pandemi saat ini, masyarakat dan juga travel umrah, memang masih belum siap berangkat ke sana, lantaran aturan yang sangat ketat. Termasuk dari catatan Kemenag, warga Kota Pasuruan sampai saat ini juga belum ada yang berangkat ibadah umrah saat pandemi Covid-19 ini. (eka/fun) Editor : Jawanto Arifin