Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Habib Hasan Wafat, Suasana Haru Iringi Kepergiannya

Jawanto Arifin • Senin, 28 Desember 2020 | 06:33 WIB
KEHILANGAN ULAMA: Peziarah memenuhi makam Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf, di pemakaman belakang Masjid Jami
KEHILANGAN ULAMA: Peziarah memenuhi makam Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf, di pemakaman belakang Masjid Jami
PANGGUNGREJO, Radar Bromo - Umat Islam di Kota Pasuruan, berduka. Salah satu ulama di Kota Santri, Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf, tutup usia, Minggu (27/12). Wafatnya mertua dari Habib Taufik Assegaf ini meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat Kota Pasuruan.

Ribuan santri dan umat Islam mengantarkan kepergian almarhum ke peristirahatan terakhir di Jalan Jawa. Usai disalatkan di Masjid Jami' Al Anwar Kota Pasuruan, jenazah almarhum dimakamkan di belakang Masjid Jami' bada asar. Isak tangis dan suasana haru mengiringi pemakaman almarhum.

Photo
Photo
LAUTAN MANUSIA: Para pentakziah saat hendak ikut menyalatkan almarhum. (Foto: Istimewa)

Salah satu putra almarhum, Habib Abdullah bin Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf mengatakan, Senin (21/12) lalu, almarhum mengeluhkan sakit lambung dan usus. Akhirnya, ia dibawa ke Rumah Sakit National Hospital, Surabaya, dan tiba di sana sekitar pukul 17.00. Dari hasil pemeriksaan, ada pembengkakan pada ususnya. Dokter menganjurkannya untuk opname.

Sabtu (26/12) malam, Habib Hasan memaksa minta pulang. Ia berulang kali melepas tabung oksigen di mulutnya. Sehingga, kondisinya semakin drop dan dipindah ke ICU untuk mendapatkan penanganan. Minggu (27/12), sekitar pukul 02.00, Habib Hasan mengembuskan napas terakhir. Ia meninggal dalam usia 64 tahun.

“Beliau sebelum diopname masih mengimami salat Duhur. Namun, tiba-tiba kondisi beliau drop dan dibawa ke rumah sakit untuk dicek. Ternyata ada pembengkakan pada bagian usus,” ujarnya.

Ketua PC NU Kota Pasuruan Muhammad Nailur Rohman mengatakan, umat Islam, khususnya NU sangat kehilangan dengan kepergian Habib Hasan. Habib Hasan dikenal ulama karismatik, tawadu, ramah, dan istiqamah. Dalam kondisi apapun, bila diundang warga, selalu berusaha hadir.

“Kami kehilangan salah seorang kekasih Allah SWT. Beliau memenuhi undangan siapapun tanpa melihat status sosial seseorang. Beliau seorang panutan yang memberikan teladan melalui perilaku sehari-hari. Sosok ulama seperti beliau sulit dicari di zaman seperti ini,” ujarnya. (riz/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin
#habib hasan meninggal #ulama pasuruan meninggal #Masjid Al Anwar Pasuruan #Habib Hasan bin Muhammad bin Hud Assegaf