Kapolsek Keboncandi, AKP Yudi Prasetyo mengungkapkan, pihaknya memang sudah menerima laporan dari korban, Siti Kholifah, 45. Dari keterangan korban, begal ini terjadi sekitar pukul 13.00. Kondisi jalan saat itu memang sedang sepi apalagi lokasinya dekat dengan persawahan.
Hasil dari keterangan Siti Kholifah, pelaku berjumlah empat orang. Mereka berboncengan dengan dua motor. Dari empat pelaku, salah satunya membawa wedung atau senjata tajam yang panjang. Bahkan korban sempat terjatuh karena terkena wedung dari pelaku. Rupanya aksi ini diketahui oleh tetangganya, Mujahidin yang kebetulan melintas saat itu.
"Mujahidin sempat melawan namun ia dikeroyok pelaku dan terjatuh ke dalam selokan tak jauh dari lokasi itu. Hal ini juga disampaikan oleh istrinya, Lilik Khoiriyah," ungkapnya.
Yudi menyebut pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada senin (14/12). Termasuk meminta keterangan dari saksi yang sempat menolong Mujahidin. Saat ini keterangan dan hasil olah TKP ini masih terus didalami untuk mengungkap identitas pelaku.
"Kami masih terus menyelidiki. Doakan saja cepat terungkap. Petugas di lapangan terus berupaya mengembangkan," sebut Yudi.
Seperti diberitakan sebelumnya, niat Mujahidin, 35, warga Dusun Ngaglek, Desa Kersikan, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan menolong tetangganya, Siti Kholifah, yang menjadi korban begal, justru berujung tragis. Karyawan di Jasa Transportasi, Pandawa ini tewas usai dikeroyok kawanan begal. Dia mengalami luka lebam pada dada, punggung dan kaki patah. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin