Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.00. Siang itu, Mujahidin melintas di jalan raya Ngemplak, Desa Kersikan untuk pergi menemui keluarganya di Desa Pleret, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan. Saat itulah, ia melihat ada komplotan pelaku berjumlah empat orang berupaya melarikan diri usai membegal Siti Kholifah, 45.
Mengetahui tetangganya dibegal, ia pun membalikkan laju motornya dan mencoba menghadang komplotan begal tersebut. Tiba tiba salah satu dari pelaku menodongkan wedung ke arahnya. Pelaku langsung memukul Mujahidin berulang kali pada bagian dada, punggung dan kaki. Tak cukup sampai di situ, pelaku lantas menjatuhkan Mujahidin ke dalam selokan penuh lumpur tak jauh dari tempat tersebut.
Usai melakukan hal tersebut, pelaku meninggalkan korban seorang diri. Tak lama ada warga yang sedang mencari rumput lewat di jalan tersebut dan melihat korban meminta tolong. Korban lantas dibawa ke Puskesmas Ranggeh namun karena kondisinya parah, ia langsung dibawa Sangkal Putung di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Sayang nyawanya tidak terselamatkan. Ia tewas pada sore harinya.
"Saya tahunya dari suami saya. Katanya pak Mujahidin ini mencoba menolong saya dengan menghadang komplotan begal. Cuma dia malah dipukul dengan wedung dan meninggal usai dirawat di sangkal putung," ungkap Kholifah.
Ia menyebut saat peristiwa terjadi ia baru saja dari Pasar Ranggeh mengendari Honda Beat warna merah putih keluaran tahun 2015. Setibanya di depan SDN Kersikan, Dusun Ngemplak, tiba tiba ia dihadang empat pria berboncengan dua motor. Kontaknya langsung diambil paksa dan salah satu pelaku langsung mengayunkan wedung ke arahnya sehingga ia terjatuh ke arah kiri. Pelaku lantas membawa kabur motornya. (riz/fun) Editor : Fandi Armanto