Dia ternyata dibunuh Silvia Anggraini, 39, yang tak lain istrinya sendiri. Silvia Anggraini, yang sudah dijadikan tersangka oleh kepolisian tersebut, berdalih membunuh Eko karena dendam atas perbuatan korban yang suka menyakitinya.
Kemarin (2/11), tersangka Silvia Anggraini diperlihatkan di depan awak media dalam rilis di Mapolres Pasuruan Kota. Dengan wajah ditutup menggunakan masker berwarna hitam dan baju tahanan Polres, tersangka terus menunduk. Ia pun sempat menangis sesenggukan saat diminta penjelasan terkait alasannya membunuh suaminya itu.
Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman mengungkapkan, awalnya pihak kepolisian memang sempat menduga jika Eko tewas karena bunuh diri menggunakan pisau dapur. Namun pihaknya tidak lantas percaya begitu saja, meski ada pernyataan dari istri korban jika ia mengalami depresi. Apalagi saat dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyidik menemukan banyak kejanggalan. Usai dilakukan penyidikan mendalam, istri korban akhirnya mengakui.
"Kami langsung mengamankan dia bersama sejumlah barang bukti (BB). Mulai dari pisau dapur hingga daster yang digunakan saat melakukan aksinya. Sejauh ini pengakuan tersangka, karena masalah sakit hati pada korban," ungkap Kapolres.
Arman menjelaskan Kamis pagi itu, usai pulang dari masjid menunaikan ibadah salat subuh, korban sempat berbincang-bincang dengan istrinya di ruang televisi. Kemudian keduanya terlibat cekcok. Penyebabnya, korban ingin meminjam uang sebesar Rp 500 ribu milik Silvia Anggraini yang disimpan di dalam celengan di kamar tidurnya.
Korban beralasan ingin meminjam untuk membayar utang. Namun Silvia Anggraini sempat menolak dengan alasan, uang tersebut akan dikirim ke anaknya di Malang.
Tak lama kemudian, korban langsung menuju kamar, tempat celengan tersebut berada. Namun Silvia Anggraini mencoba menghalangi dengan berdiri di depan pintu. Korban tetap memaksa dan menarik kerah daster yang digunakan Silvia hingga kerahnya melar. Korban lantas mengambil uang dari dalam celengan itu sebesar Rp 500 ribu. Dan sisa uang sebesar Rp 40 ribu di dalam celengan langsung dilemparkan ke arah tersangka.
Silvia langsung menarik kaus belakang korban hingga korban hampir terjatuh. Korban pun naik pitam dan memukul kepala tersangka sampai jatuh. Tak cukup itu, versi Silvia, Eko menendang perutnya serta menginjaknya. Korban yang kesakitan pun berteriak minta tolong. Namun korban langsung membungkam mulutnya, dan tersangka pun memilih mengalah. Selanjutnya korban keluar untuk merokok di teras.
Usai insiden itu, Silvia lantas masuk kamar dan mengganti daster warna kuning dan menonton televisi. Korban sempat mengajaknya untuk berhubungan suami istri, namun tersangka menolak. Korban pun memilih untuk membaringkan tubuh di lencak. Sementara tersangka masuk kamar mandi untuk buang air besar.
Saat BAB inilah, korban melihat ada asap dari balik pintu kamar mandi. Seraya bersuara keras, korban bilang "Koen wis janji kate mandek rokok an. Tibakne rokokan maneh. Pegel-pegel tak entekno koen (Kamu sudah janji untuk berhenti merokok. Tapi ternyata masih tetap merokok. Lama-lama kubunuh kamu),” begitu kata Silvia.
"Usai BAB, tersangka melihat korban sedang tidur. Ia pun teringat masa saat ia dijebloskan ke penjara gara-gara ulah suaminya itu akibat kepemilikan sabu. Karena sakit hati, ia pun gelap mata dan mengambil pisau dapur," sebut Kapolres.
Tersangka lantas menggorok korban dengan pisau dapur itu sebanyak tiga kali, dengan menggunakan tangan kanan. Sementara tangan kiri menjambak rambut korban. Usai melakukan aksinya itu, pisau tersebut diletakkan di tangan kiri korban.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang pria ditemukan tak bernyawa dalam kamar rumah di Desa/ Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Kamis pagi (29/10). Korban yang dikenal dengan sebutan Eko Tato ini, tewas dengan kondisi leher terluka parah. Diduga, luka tersebut akibat sayatan benda tajam.
Saat ditemukan, tubuh Eko telentang di sebuah ranjang bambu. Dengan mengenakan kaus hitam dan celana pendek abu-abu, Eko Tato sudah tak bernyawa. Semula, polisi menduga korban tewas akibat bunuh diri. Polisi juga mengamankan sebilah pisau yang diduga dipakai korban mengakhiri hidupnya. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin