Dari permasalahan tersebut, Puskesmas Nguling melakukan pendekatan dengan masyarakat di desa-desa di Kecamatan Nguling. Caranya, dengan melibatkan perangkat desa dan kader-kader serta tokoh masyarakat untuk bersama mendukung Puskesmas Nguling dalam menurunkan angka penderita kusta dan stigma di masyarakat, melalui penyuluhan di setiap desa.
Setelah melalui beberapa tahapan koordinasi, diharapkan dapat disepakati jadwal kegiatan dan jumlah kader yang ikut, serta terciptanya program kerja inovasi Bebaskan Nguling dari Kusta Mandiri bersama Masyarakat (BENGKURA MAS). Program ini meliputi sosialisasi, rebek desa, Kelompok Perawatan Diri (KPD), Kampanye Kusta, Monitoring dan Evaluasi.
“Dengan inovasi BENGKURA MAS, menjadikan Kecamatan Nguling bebas dari penyakit kusta serta hilangnya stigma di masyarakat, yang menjadikan kusta sebagai salah satu momok di masyarakat. Masyarakat Nguling tidak takut lagi mendekati penderita kusta, bahkan ikut serta dalam kegiatan KPD untuk pengobatan secara rutin sampai selesai,” beber dr. Eko Santoso Machfur Kepala UPT Puskesmas Nguling.
Saat ini Puskesmas Nguling telah bekerja sama dengan LINKSOS (Lingkar Sosial). Dukungan yang diberikan organisasi penggerak inklusi tersebut, dalam bentuk pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kapasitas sosial dalam pembangunan inklusif. Kerja sama disepakati dalam pertemuan kedua belah pihak sejak 27 Agustus 2020 di Puskesmas Nguling.
“Tujuan selanjutnya adalah sebagai upaya penemuan penderita baru sedini mungkin dan sebanyak mungkin. Agar jangan sampai cacat dengan pemberian obat secara rutin. Dengan harapan tidak ada lagi penderita yang mogok minum obat untuk menghindari defaulter. Juga menghilangkan stigma di masyarakat tentang penyakit serta penderita kusta dengan cara sosialisasi bersama kader kesehatan dan tokoh masyarakat,” kata Eko Santoso Machfur. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin