Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan Yusmiarto Eben mengatakan, peminjaman buku memang cukup anjlok di tengah pandemi korona. Hal ini berbanding lurus dengan menurunnya tingkat kunjungan di Perpusda.
“Peminjaman buku memang cukup sepi, berbanding lurus dengan tingkat kunjungan. Karena pengunjung menurun maka otomatis yang meminjam buku juga anjlok,” terang Eben.
Ia menjelaskan, saat ini kunjungan rata-rata sekitar 15-18 kunjungan per harinya. Jumlah ini agak naik sedikit saat awal wabah korona yang rata-rata 10-15 kunjungan saja.
Bahkan dari 8 Perpusda, ada yang sehari sama sekali tidak ada kunjungan di awal pandemi lalu lantaran adanya physical distancing. Jumlah ini anjlok hingga 60 persen dibandingkan saat normal dulu.
Dan hal ini juga berimbas pada peminajam buku. Memang dikatakan tak semua pengunjung yang datang meminjam buku. Biasanya hanya sekitar 50-60 persen yang meminjam. Sehingga saat ini rata-rata hanya 5-10 orang saja yang meminjam per harinya di 8 perpusda.
“Total dari 8 perpusda, hanya sekitar 5-10 orang per hari yang meminjam. Ada juga yang tidak ada peminjaman buku sama sekali,” terangnya.
Untuk 1 orang peminjam, bisa membawa 2 buku dan durasi pinjaman hingga 1 minggu. Meskipun kunjungan menurun, harapannya dengan situasi social distancing dan ada pembatasan berkumpul. Momen ini seharusnya bisa membuat peminjaman buku meningkat untuk dibaca di rumah.
“Namun memang tingkat peminjaman buku juga masih minim. Kendati begitu layanan Perpusda tetap buka seperti biasa namun dengan melaksanakan protokol kesehatan,” ujarnya. (eka/mie) Editor : Jawanto Arifin