--------------
Bocah-bocah itu, tampak asik berenang di kolam berukuran sekutar 7x10 meter itu. Sesekali, mereka naik ke permukaan. Selanjutnya, mereka kembali melompat ke air. Byuurr...percikan air yang jernih pun membasahi tubuh hingga membuat mereka tertawa. Pemandangan itu, hampir terlihat setiap hari. Kolam tersebut, dijujuki pengunjung untuk mandi. Bukan hanya anak-anak. Karena tak jarang, kalangan dewasa juga mendatangi.
Suasana itulah yang tergambar di Sumber Rengget. Sebuah kolam air yang menjadi salah satu peninggalan Belanda. Lokasinya, berada di Desa Sidowayah, Kecamatan Beji.
Salah satu pengurus Sumber Rengget, Muhammad Jakfar Sodik mengatakan, keberadaan kolam tersebut sudah ada sejak zaman Belanda. Konon, kolam tersebut, dulunya menjadi tempat bagi Kanjeng Sunjoto dan Kanjeng Sugi, yang merupakan Bupati Pasuruan pada masa itu, untuk memandikan kudanya.
"Selain menjadi tempat mandi orang-orang Belanda dan pejabat-pejabat di masa itu, tempat ini juga digunakan untuk memandikan kuda para pejabat masa itu," kisahnya.
Ada tiga kolam yang ada di wilayah setempat. Namun, hanya satu kolam yang memiliki ukuran besar. Dua lainnya, kecil-kecil.
Menurut Jakfar, nama Sumber Rengget sendiri diambil seiring dengan tradisi orang-orang Tionghoa yang kerap melemparkan koin-koin uang di kolam tersebut. Biasanya, ketika ada perayaan tertentu, orang Tionghoa datang ke kolam setempat.
Mereka kemudian melemparkan koin ke dalam kolam, sebagai salah satu ritual. "Seperti ketika Imlek. Dulunya, banyak orang-orang Tiongkok yang datang ke sini, untuk melakukan ritual lembar koin. Makanya, kolam ini dinamakan sumber rengget," kisah dia.
Pesona Sumber Rengget kala itu, memang banyak mengundang wisatawan berdatangan. Terutama ketika liburan atau momen-momen tertentu seperti kupatan. Ratusan orang bisa tumplek-blek. Mereka berasal dari daerah lain.
Sekretaris Desa Sidowayah, Kecamatan Beji, Slamet Irwanto menguraikan, dulunya kolam Sumber Rengget memang memiliki pamor yang bisa menarik pengunjung untuk berdatangan. Terutama di era 80 an atau 90an. Kolam tersebut menjadi jujukan untuk berwisata.
Namun, kondisi itu memang berubah sekarang. Pengunjung kolam Sumber Rengget mulai menyusut di era 2.000an. Banyaknya kolam renang buatan, menjadi faktor menyusutnya pendatang.
"Padahal, dulu kolam Sumber Rengget ini, menjadi favorit warga Beji, Bangil dan sekitarnya untuk berwisata. Tapi, sekarang mulai berkurang, karena banyak kolam renang buatan," jelasnya.
Pemdes Sidowayah sedang berusaha untuk mengembalikan pamor kolam rengget tersebut. Salah satunya dengan mempermak kolam setempat, dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat. Beberapa pembenahan dilakukan. Terutama bagian tepian kolam yang dibenahi.
"Sebelumnya ambruk. Makanya kami benahi. Pembenahan ini, digagas pemuda dan Karang Taruna Sidowayah," ujar dia.
Menurut Totok-sapaan Slamet Irwanto, pembangunan Sumber Rengget juga akan dijadikan wahana edukasi. Di samping juga, wisata sejarah. Karena ada bekas peninggalan Belanda yang masih tersisa.
"Kedepan, memang ingin kami kembangkan. Beberapa sarana memang direncanakan bisa dibangun. Supaya, kolam tersebut tidak kalah bersaing dengan kolam hang ada sekarang. Harapannya, bisa mengangkat ekonomi warga," tandasnya. (one/fun)
Tentang Kolam Sumber Rengget
- Berlokasi di Desa Sidowayah, Kecamatan Beji
- Ada 3 kolam dengan ukuran berbeda. Dua kolam berukuran kecil dan satu besar.
- Saat zaman kolonial, dulu menjadi tempat mandi orang Belanda, belakangan jadi tempat pemandian kuda bupati
- Saat ini kolam dikelola Pemerintahan Desa Sidowayah dan sudah dilakukan pembenahan.