Kepala Diskominfo Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat mengungkapkan, saat ini ada tiga taman yang diperbolehkan untuk dimasuki oleh pengunjung. Setelah alun-alun yang dibuka pada awal Juli lalu, pemkot memutuskan untuk membuka Taman Lansia dan Taman Pekuncen. Sementara untuk taman lainnya masih tertutup untuk umum.
"Hasil dari evaluasi kami pada sejumlah taman di perkotaan, Taman Pekuncen dan Taman Lansia boleh dibuka untuk umum. Namun, masyarakat harus tetap menggunakan masker dan jaga jarak selama berada di areal taman tersebut. Kalau taman lainnya tetap masih tertutup," ungkapnya.
Kokoh menjelaskan, pertimbangan dua taman ini dibuka karena keduanya hanya memiliki satu pintu masuk. Sehingga pemkot bisa memberlakukan protokol kesehatan. Setiap ada pengunjung yang hendak masuk ke areal taman, ada petugas jaga yang mengukur suhu tubuh dengan thermo gun. Jika ada gejala Covid-19 seperti suhu tubuh tinggi di atas 37 derajat Celsius atau tidak menggunakan masker, maka mereka akan diminta untuk pulang.
Ia menjelaskan, dibukanya taman juga karena pemkot mendengar harapan masyarakat agar dapat memanfaatkan taman sebagai tempat rekreasi keluarga. "Dengan dibukanya Taman Lansia dan Taman Pekuncen ini, bukan berarti masyarakat bisa bebas keluar masuk seperti dulu. Dibuka terbatas yakni harus mengikuti aturan protokol kesehatan," jelas Kokoh.
Sementara itu, salah satu pengunjung di Taman Lansia, Mariatul Qibtiyah, 16, warga Kelurahan Trajeng, Kecamatan Panggungrejo mengaku, dia baru tahu jika Taman Lansia sudah dibuka saat lewat di depan taman. Selama ini ia banyak menghabiskan waktu di rumah. Sehingga, ia pun senang dengan dibukanya taman agar bisa jadi refreshing warga dengan keluarga mereka saat jenuh usai beraktivitas.
"Inginnya sih agar semua taman segera dibuka. Meski kami harus menerapkan protokol kesehatan, tidak masalah. Soalnya jenuh jika berada di rumah saja. Kalau taman dibuka kan kami bisa jalan-jalan atau selfie di sini," sebutnya. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin