Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Pasuruan Ihsan Khoiri mengatakan, nelayan sudah mulai melaut dengan normal sejak Minggu (12/7). Apalagi cuaca di perairan Kota Pasuruan beberapa hari terakhir sangat mendukung. Cuaca cerah dan ombak tidak terlalu tinggi, sehingga memudahkan nelayan melaut.
“Alhamdulillah, cuaca sangat bersahabat bagi nelayan beberapa hari terakhir. Awal Juli tangkapan nelayan merosot hingga hanya berhasil dapat 50 kilogram saja saat melaut. Itu pun ikan-ikan kecil. Dua hari ini angin tidak bertiup terlalu kencang,” ujarnya.
Ihsan menjelaskan, kondisi ini membuat nelayan tiba di dermaga dengan hasil laut yang melimpah. Tidak hanya nelayan Kota Pasuruan, nelayan dari luar daerah seperti nelayan asal Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo dan Bangkalan, Madura, juga sempat menambatkan kapalnya di Pelabuhan Pasuruan. Mayoritas hasil laut yang diperoleh ikan balo.
Menurutnya, rata-rata nelayan membawa tangkapan seberat tiga hingga lima ton. Karenanya, pedagang ikan di Kota Pasuruan tidak perlu lagi mengeluarkan ikan benggol tangkapan nelayan tahun lalu yang disimpan dalam mesin pendingin pabrik. Sebab, tangkapan nelayan melimpah dan masyarakat bisa kembali menikmati ikan segar.
“Kalau pekan lalu tangkapan nelayan minim. Sebab, hanya cukup untuk konsumsi nelayan dan anak buah kapal (ABK) sendiri. Jadi, pakai tangkapan tahun lalu untuk dijual. Alhamdulillah pekan ini sudah ada ikan segar kembali,” ujar Ihsan. (riz/rud/fun) Editor : Jawanto Arifin