Yetti Purwaningsih, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan mengatakan, produksi jagung sama seperti produksi padi. Karena merupakan tanaman pangan utama. Sehingga untuk produksi jagung tetap ditargetkan tinggi seperti hasil tahun sebelumnya.
“Jagung ini merupakan tanaman pangan utama. Meskipun ada pandemi Covid-19, kami pastikan tidak berpengaruh dan hasil produksi jagung tetap bisa tinggi tahun ini,” terangnya.
Untuk tahun 2020 ini, Dinas Pertanian menargetkan hasil produksi jagung bisa mencapai 388 ribu ton. Jumlah ini sama dengan realisasi produksi jagung tahun 2019 lalu. Harapannya, target produksi tahun ini bisa sama degan realisasi tahun lalu bahkan tidak menutup kemungkinan bisa lebih meningkat.
“Kami optimistis target produksi jagung tahun ini juga meningkat. Terutama dari pusat juga mendorong ketahanan pangan nasional lewat produksi tanaman pangan seperti padi dan jagung,” terangnya.
Di Kabupaten Pasuruan, produksi jagung menyebar di 20 kecamatan. Paling tinggi di Kecamatan Kraton, Wonorejo, Kejayan, sampai Pohjentrek. Selain lahan jagung yang bisa dipanen hingga 3 kali setahun, ada juga petani yang melakukan tanam selang seling, misal padi-padi-jagung.
“Sehingga, jagung ini menjadi salah satu komoditas yang cukup tinggi di Kabupaten Pasuruan. Hasilnya, selain untuk konsumsi, juga untuk pakan ternak,” ujarnya. (eka/fun) Editor : Jawanto Arifin