Sekretaris MUI Kota Pasuruan Bashori Alwi mengakui, takbiran keliling sudah menjadi tradisi masyarakat menyambut Idul Fitri. Namun, pihaknya meminta masyarakat memahami kondisi saat ini.
Karena itu, pihaknya meminta agar takbiran hanya dikumandangkan di masjid-masjid dan musala. Itu pun dengan catatan, takbiran hanya boleh diikuti dengan peserta terbatas, menjaga jarak dan mengenakan masker.
"Kami minta agar tidak menjalankan takbir keliling baik berjalan kaki maupun dengan kendaraan," ungkapnya.
Di samping itu, Pemkot dan MUI juga memperbolehkan masyarakat menunaikan salat Id di masjid dan musala. Itu juga dengan tetap menerapkan phyisical distancing.
"Penyelenggaraan salat Id juga agar mempersingkat khotbah dan bacaan surat salat, dengan tetap memperhatikan syarat rukunnya. Kemudian setelah salat Id agar tidak saling berjabat tangan," bebernya.
Selain itu, tradisi berziarah kubur sebelum dan sesudah salat Id dianjurkan untuk dihindari lebih dulu. Menurut Bashori, masyarakat bisa mendoakan ahli kubur dari rumah serta mengeluarkan sedekah bagi keluarga yang sudah meninggal.
"Begitu pun dengan halalbihalal yang dapat mengumpulkan orang banyak agar ditunda dulu," tandasnya. (tom/hn) Editor : Jawanto Arifin