"Di kawasan itu memang tidak ada saluran airnya. Jadi, setiap musim hujan sering banjir karena airnya tidak tertampung," ungkap Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kota Pasuruan Akung Novajanto.
Menurutnya, kawasan itu sudah menjadi salah satu prioritas oleh Pemkot Pasuruan. Terutama untuk mengatasi persoalan banjir yang sering melanda bahkan menggenangi jalan. Rencananya, Pemkot akan menyediakan saluran air di lokasi itu.
Selain saluran air, kata Akung, jika memungkinkan juga akan sekaligus dibangun trotoar jalan. Fungsinya untuk membatasi area jalan antara pengguna jalan dengan pejalan kaki.
"Tahun ini rencananya akan direalisasikan. Mulai dari Gang Tegal Pungo hingga Masjid Tambaan," urainya.
Untuk itu, Pemkot telah mengalokasikan dana sekitar Rp 1,3 miliar yang bersumber dari APBD 2020. Saat ini, kata Akung, pihaknya tengah mematangkan perencanaan untuk pekerjaan itu. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin