------------------
Salah satu program inovasi Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan adalah pelatihan membatik. Pesertanya adalah anak-anak yang duduk di Sekolah Dasar (SD). Setiap hari Minggu anak-anak yang tinggal di Bugul Lor bisa mengikuti pelatihan membatik tersebut tanpa dipungut biaya. Program inovasi yang baru berjalan beberapa bulan itu ternyata mendapatkan sambutan yang baik dari anak-anak.
Amalia Fahrini, 11, salah satu peserta membatik mengungkapkan antusiasnya mengikuti pelatihan batik tersebut. Pelajar SDN Bugul Lor itu mengatakan, dari rasa penasaran dengan kegiatan membatik ia pun kemudian inisiatif mengikuti program yang digagas oleh kelurahan itu. Bersama beberapa teman-temannya ia pun dengan ulet mempelajari teknik membatik mulai dengan menggambar pola, menggunakan canting, hingga pewarnaan.
“Awalnya penasaran bagaimana belajar membatik. Kemudian ada kegiatan ini saya ikut mendaftar. Ternyata tidak sulit mempelajarinya,” ujarnya.
Hal yang sama diungkapkan M. Wildan Syahputra, 12. Sebagai bocah laki-laki satu-satunya peserta membatik mengungkapkan keasyikannya mempelajari teknik membatik. Menurutnya, kesibukan menggerakan canting di atas kain lebih mengasyikan dibandingkan bermain game di ponsel. Wildan -sapaan akrabnya- melanjutkan, perlu konsentrasi saat menggerakan canting di atas kain.
“Asyik belajar ini (membatik), harus konsentrasi saat pegang canting,” terangnya.
Diselenggarakannya pelatihan membatik untuk anak-anak tersebut sebagai upaya mewujudkan Kelurahan Ramah Anak berbasis budaya. Hal itu diungkapkan Lurah Bugul Lor Agus Budi Darmawan, S.STP. Menurut Agus, program pelatihan membatik dengan sasaran anak-anak tingkat SD tersebut juga ditujukan untuk menggali potensi dan juga mengajak anak-anak menikmati dunianya tanpa sentuhan gadget.
“Kami ingin melibatkan anak-anak dan pemuda dalam konsep pembangunan Kelurahan Bugul Lor. Sehingga, keberadaan forum anak dan karang taruna kami berdayakan,” tandas laki-laki alumni IPDN itu.
Selain program untuk anak-anak Kelurahan Bugul Lor juga menggugah bakat dan minat para pemuda di sana. Yakni, dengan menghidupkan kembali Karang Taruna. Komunikasi yang terbangun antara kelurahan dan karang taruna terbukti efektif untuk menggelorakan kembali semangat para pemuda berpartisipasi untuk pembangunan.
“Kami coba membuat terobosan untuk menghidupkan karang taruna dan pembenahan manajemen karang taruna. Maka, seperti kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan kemaarin yang melibatkan karang taruna,” imbuh Agus. (lel/*)
Hilangkan Kesan Kumuh Jadi Kampung Bersih dan Asri
Warga RT 4/RW 7, Kelurahan Bugul Lor, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, sukses menyulap suasana lingkungannya, dari yang dulunya terkesan kumuh. Kini, kawasan tersebut mengalami perubahan drastis yang membanggakan. Berkat kesadaran warganya lingkungan di sana pun tampak bersih, rindang, dan asri
Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Pade’an Beriman merupakan pusat pembibitan tanaman pot yang nantinya disebarkan ke rumah-rumah warga. Jika Anda berkunjung ke kampung ini, akan menyaksikan setiap rumah yang terdapat pot-pot tanaman. Berawal dari program NUSP tahun 2018, lalu inisiatif dari beberapa warga yang ingin mengubah kesan kumuh kampungnya. Lalu, muncul ide kreatif untuk mengubah kampung tersebut menjadi sedap dipandang.
Yuni, kader lingkungan di sana mengungkapkan, jika dulu kampungnya terkesan kumuh, miskin, dan gersang. Dari program NUSP dan didukung kesadaran warga yang kemudian menyulap kampungnya menjadi lebih baik dari sebelumnya.
“Yang pasti sekarang lebih nyaman kondisinya. Sekarang kami pede dengan lingkungan kami karena kampungnya hijau dan bersih,” ujarnya.
Bibit-bibit tanaman di KRPL Pade’an Beriman didominasi tanaman sayuran seperti terong, tomat, cabe, dan lainnya. Untuk menjaga kebersihan pun warga setempat menerapkan aturan dilarangnya kambing masuk ke perkampungan. “Kalau ada kambing masuk sini, ada dendanya,” tandas Yuni.
Walhasil, dengan perubahan yang semakin baik tersebut menjadikan RT 4/RW 7, Kelurahan Bugul Lor, sempat menjadi juara di beberapa event lingkungan. Di antaranya, juara II Kampung Hebat 2018, Juara I UP2K tingkat kota.
Lurah Bugul Lor Agus Budi Darmawan, S.STP. menjelaskan, jika pihaknya juga tengah mendorong warga di RT 8/RW 4 untuk mengembangkan potensi budi daya jamur. “Kami mendukung program dan potensi di masing-masing RT dan RW. Ini yang tengah kami gagas adalah persiapan untuk kampung jamur,” tandas Agus. (lel/*)
Editor : Jawanto Arifin