Informasi yang diperoleh Jawa Pos Radar Bromo, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 08.15. Pagi itu warga lingkungan SDN Gentong, tengah belajar. Ada yang berada di ruang kelas, namun ada yang tengah berolahraga. Sebagian lagi ada yang sedang bersih-bersih.
Salah satunya Budi Santoso, tenaga kebersihan di SDN Gentong. “Sebelumnya saya sedang potong-potong pohon. Setelah selesai, saya turun. Sekitar pukul 08.15, tiba-tiba atap 4 ruang kelas ambruk,” terang Budi saat ditemui di lokasi kejadian.
Keempat ruang kelas itu masing-masing kelas II A dan B serta V A dan B. Saat itu, ruang kelas V A dan B sedang kosong lantaran siswa tengah belajar olahraga diluar kelas. Di ruang kelas V A ada Servina Arsih. Namun tidak demikian dengan ruang kelas 2 A dan B. Ada puluhan siswa yang sedang belajar disana.
“Begitu ambruk, saya langsung secepatnya ke kelas. Bersama guru dan pegawai laiinnya, kami mengevakuasi,” beber Budi.
Banyak teriakan meminta tolong yang terdengar dari dalam kelas. Sejumlah orang juga berupaya mencari tahu Servina Arsih. Petugas perpustakaan yang saat itu menggantikan guru yang tengah mengajar asal Mandaran itu, diketahui terkena ambruknya atap yang berada di dekat papan tulis.
Upaya pencarian berhasil. Servina Arsih ditemukan dalam kondisi tengkurap di depan papan tulis, dengan kondisi di bawah reruntuhan tembok dan atap. Secepatnya dia dibawa ke RS Medika di Gadingrejo. Dia pun sempat diberi nafas buatan. Sayang, nyawanya tak terselamatkan.
Satu korban lagi yang meregang nyawa adalah Irsa. Dia adalah, siswi kelas II B. Sementara belasn siswa lainnya yang terluka, mendapat perawatan di RSUD dr R Soedarsono. (fun) Editor : Fandi Armanto