“Rehab jembatan produksi di Bugul Kidul sudah selesai dua pekan lalu. Pekerjaannya berlangsung selama 30 hari,” kata Kabid Budidaya Dinas Perikanan Kota Pasuruan, Imron Rosadi.
Menurutnya, jembatan produksi itu juga telah kembali dibuka dan dimanfaatkan oleh para petambak. Tidak hanya memperbaiki kondisi jembatan, lanjut Imron, pihaknya juga merubah wajah jembatan menjadi lebih menarik. Rehab jembatan menelan anggaran Rp 60 juta dari APBD 2019.
“Selama ini jembatan produksi itu memang menjadi kebutuhan bagi para petambak di wilayah sekitar. Sehingga selama kondisinya kurang baik, jadi akses petambak juga sedikit terhambat karenanya,” jelasnya.
Imron menyebut, kondisi jembatan memang kian memburuk seiring waktu. Landasan jembatan yang rapuh dikhawatirkan akan membahayakan warga yang melintas. Apalagi, jembatan sepanjang 25 meter itu tak hanya dimanfaatkan pejalan kaki. Melainkan juga kerap dilintasi pengendara motor.
“Kami berharap kondisi jembatan yang sudah baik ini bisa meningkatkan produktivitas petambak karena aksesnya sudah menunjang,” pungkas Imron. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin