Kepala UPT Disnaker LKD Kabupaten Pasuruan Endang Dwi Widayanti mengatakan, dari pusat atau Kementerian Tenaga Kerja tahun ini menggenjot pelatihan di sejumlah balai latihan kerja (BLK) daerah. “Sehingga, dari yang sebelumnya hanya ada kuota satu angkatan, tahun ini diperbanyak menjadi tiga angkatan di Kabupaten Pasuruan,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya pelatihan yang difasilitasi Pemerintah Pusat ini karena ingin menggenjot SDM yang memiliki keahlian. Sehingga, bisa terserap tenaga kerja ataupun menjadi wirausaha mandiri.
Tercatat, tahun ini BLK Rejoso melaksanakan empat kali angkatan pelatihan. Tiga kali difasilitasi pemerintah pusat dan satu kali dari anggaran Pemkab Pasuruan. Jumlah pelatihan ini lebih sering dibanding tahun kemarin. Pada 2018, hanya dua kali angkatan. Masing-masing satu kali dari Pemerintah Pusat dan Pemkab Pasuruan.
Tahun ini, pelatihan yang difasilitasi Pemerintah Pusat sudah dilaksanakan dua kali. Masing-masing diikuti 160 siswa pada Februari-Maret dan pada Agustus-September. “Yang dari Kabupaten Pasuruan, pada bulan April-Mei lalu dengan 80 siswa,” ujar Endang.
Sedangkan, untuk kelas terakhir akan dilaksanakan pada triwulan akhir. Nantinya, akan ada 10 kelas keterampilan dengan total 160 siswa.
Selain memperbanyak pelatihan, persyaratan bagi para peserta juga semakin mudah. Jika sebelumnya harus minimal lulusan SMA sederajat dan usia kurang dari 30 tahun, tahun ini lebih bebas. “Tidak ada syarat pendidikan, karena jumlah lulusan terbanyak di Indonesia, lulusan SD. Termasuk usia tidak dibatasi,” ujarnya. (eka/fun) Editor : Fandi Armanto