Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Duka Keluarga Ribut Setiawan, Sales Marketing Motor yang Dibunuh dan Jenazahnya Dibuang di Kejayan

Jawanto Arifin • Kamis, 19 September 2019 | 13:25 WIB
Photo
Photo
Duka mendalam dirasakan keluarga Ribut Setiawan, 32, sales marketing motor yang ditemukan tewas di hutan jati. Di mata keluarga, tetangga, dan kerabat, korban dikenal sebagai pekerja keras dan supel.

-----------------

Suasana duka sangat terasa saat wartawan Radar Bromo takziah ke sebuah rumah bercat oranye. Rumah itu terletak di timur jalan kabupaten, Dusun Gamoh, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Itulah kediaman Ribut Setiawan, 32. Senin (16/9) pukul 07.00, korban ditemukan tewas dengan kedua tangan dan kaki terikat. Mayatnya ditemukan di alas jati, Dusun Rawi Barat, Desa Ambal Ambil, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Mayat korban sudah dimakamkan, Senin sore di TPU dusun setempat. Sementara itu, tamu, kerabat, dan tetangga terus berdatangan ke rumah duka untuk melayat.

Kematian korban sendiri membuat keluarga shock. Sebab, korban meninggal dengan cara tidak biasa. Keluarga bahkan masih tidak percaya, korban meninggal. Apalagi ada dugaan, korban meninggal karena dibunuh.

“Kami sebagai keluarga sangat kehilangan dengan kematian Ribut. Kami juga shock dan tidak percaya. Minggu pagi dia pamit keluar. Ternyata sekarang pulang untuk selamanya,” ucap Riani, 39, kakak ipar korban.

Korban sendiri meninggalkan seorang istri. Ita Kurniawati, 28, dan satu anak perempuan Saci, 10. Mereka bertiga sudah dua tahun ini tinggal di Dusun Lebaksari, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen.

Photo
Photo
BERDUKA: Meninggalnya Ribut Setiawan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Terutama bagi istri dan anaknya. (Foto: M Busthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Lalu, selama delapan tahun terakhir, mereka tinggal di Dusun Gamoh, Desa/Kecamatan Prigen. Ita selama ini bekerja di pabrik rokok di Desa Dayurejo. Sedangkan putrinya sekolah kelas 5 SD.

Korban sendiri dikenal supel dan perhatian pada keluarga. Selama hidup, korban selalu mengantar putrinya ke sekolah. Setelah itu, baru mengantar istrinya bekerja. Saat jam pulang pun, korban selalu menjemput istrinya.

Korban sendiri bekerja sebagai sales marketing di sebuah diler motor di Jalan R.A. Kartini, Kecamatan Pandaan. Karena itu, dia memang selalu keliling.

Sebelum korban meninggal, menurut Riani, keluarga tidak punya firasat jelek sama sekali. Semua berjalan normal seperti biasa. Karena itu, keluarga sangat kaget saat dikabari korban ditemukan tewas di hutan jati.

“Istri dan keluarga tak punya firasat buruk sebelum korban meninggal. Semuanya berjalan normal. Karena itu kami kaget saat dapat kabar Senin, pukul 08.00 pagi bahwa korban ditemukan meninggal di alas jati Kejayan,” tuturnya.

Sehari sebelum meninggal, menurut Riani, korban masih sarapan bareng keluarga. Lalu, sekitar pukul 07.00 korban pamit memancing.

Memancing memang hobi korban selama ini. Saat libur kerja, korban selalu menyempatkan diri memancing. Saat itu korban menaiki motor Honda Vario sendirian. Dia menggunakan kaus dan celana, sama dengan saat ditemukan tewas di alas jati.

Hari Minggu itu, memang korban kemudian tidak pulang. Ita istrinya pun menunggu hingga dini hari. Namun, korban tak kunjung pulang. Tiba-tiba Senin pagi pukul 08.00, keluarga mendapat kabar duka tersebut.

Namu, Ita masih sempat chatting dengan korban pada hari Minggu. Sekitar Magrib, Ita menanyakan posisi korban. saat itu korban menjawab, sedang di rumah temannya.

Namun, korban tidak menyebutkan nama dan rumah teman yang dimaksud. Karena tidak pulang sampai malam, Ita kembali chatting. Bahkan, Ita chatting mulai malam hingga dini hari pada korban.

Sayangnya, tidak ada jawaban sama sekali dari korban. Selama chatting malam sampai dini hari itu pula, WA yang dikirim Ita tidak masuk. WA yang dikirim menunjukkan centang satu.

Karena itu, Ita akhirnya telepon. Namun, telepon berulang kali juga tidak diangkat.

Setelah mendapat kabar kematian korban, Senin (16/9) pukul 08.00, istri dan keluarga berusaha menghubungi HP korban. Sempat ada nada sambung, tapi tidak diangkat. Tak lama berselang, seluler korban mati atau tidak aktif.

Riani menyebut, sampai sekarang motor dan seluler yang dibawa korban tidak ada. “Polisi hanya menemukan barang lain di jasad Ribut. Kami berharap pelakunya segera terungkap dan tertangkap. Juga dihukum setimpal sesuai dengan perbuatannya,” tegas Riani.

Tamsuri, kasun Gamoh bercerita serupa tentang korban. Menurutnya, selama ini korban dikenal supel dan cepat akrab dengan warga lainnya di kampung. Bahkan, saat ketemu di jalan, korban selalu menegur duluan.

Namun, memang korban jarang keluar rumah. Sebab, dia memang selalu sibuk di lapangan. Karena itu, saat pulang kerja biasanya korban istirahat di rumah.

Biasanya, korban baru keluar rumah saat menghadiri kegiatan di kampung atau ada keperluan lain. Misalnya, membeli rokok dan ngopi di warung.

“Korban memang pendatang. Tapi sama warga kampung sini baik. Orangnya supel dan selalu nyapa kalau ketemu dengan warga lainnya. Pastinya kami kaget atas meninggalnya korban,” ucapnya. (zal/hn/fun) Editor : Jawanto Arifin
#polsek kejayan #Pembunuhan ambal-ambil #sales motor dibunuh #pembunuhan kejayan