Ledakan itu diketahui berasal dari jeriken bekas, saat dibelah oleh Mahmuji. Ledakan terjadi di gudang rongsokan milik Gunawan Kesumo. Mahmuji sendiri biasa membelah jeriken untuk didaur ulang.
Siang itu, sekitar pukul 11.45, ia tengah asyik membelah sejumlah jeriken bekas dengan parang. Namun apes, saat membelah salah satu jeriken, tiba-tiba terjadi ledakan.
Warga sekitar yang mendengar jeriken pun dibuat kaget. Sontak, mereka lantas mendatangi lokasi gudang rongsokan milik Gunawan Kesumo itu.
Saat itulah didapati Mahmuji sudah berlumur darah. Polisi juga mendatangi lokasi saat itu juga. Mahmuji lantas dilarikan ke RSUD dr Soetomo Surabaya untuk mendapat pertolongan medis. Polisi lalu menggelar olah TKP. Jerigen bekas yang sempat dibelah Mahmuji diamankan guna diteliti lebih lanjut.
Kapolsek Pasrepan, AKP Cahyo Widodo mengungkapkan, sampai Jumat sore, ditempuh belum diketahui pasti penyebab ledakan itu. Di sekitar TKP juga tak ditemukan sisa-sisa bahan kimia yang berpotensi menimbulkan ledakan. "Belum kami temukan bekas bahan kimia seperti mesiu misalnya," ungkap Cahyo.
Polisi menduga, ledakan itu terjadi lantaran jeriken yang dibelah Mahmuji itu dalam kondisi tertutup. Hal itu juga diketahui melalui rekaman closed circuit television (CCTV) yang ada di gudang rongsokan.
"Dengan kondisi tertutup, bagian dalam jerigen itu memiliki tekanan. Kalau ada sisa minyak, bisa membuatnya panas. Nah saat dibelah itulah, kemudian meledak," bebernya.
Menurut Cahyo, ledakan terjadi begitu cepat. "Setelah meledak langsung habis. Tidak ada api atau asap," ujarnya. Polisi pun menghentikan penyelidikan atas insiden itu. Sebab tidak ada aduan yang disampaikan. (tom/mie)
Editor : Muhammad Fahmi