Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Siapkan 101 Agen Bantuan Pangan Tambahan Baru

Jawanto Arifin • Senin, 22 Juli 2019 | 20:00 WIB
Photo
Photo
PASURUAN, Radar Bromo - Kendati sempat turun menjadi 303 pada pertengahan tahun lalu, Dinas Sosial bersama perbankan kembali merekrut 101 agen Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) baru. Targetnya, pada Oktober nanti, sudah bisa berjalan sehingga lebih memudahkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk mencairkan dana BPNTnya.

Hal tersebut diungkapkan Gunawan Wicaksono, PLT Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pasuruan. Gunawan menyebutkan, sebelumnya jumlah agen sebanyak 331 agen BPNT. “Namun setelah evaluasi ada penurunan jadi hanya 303 agen. Sehingga mulai ada perekrutan agen BPNT baru,” terangnya.

Turunnya jumlah agen BPNT lalu lantaran ada evaluasi agen BPNT. Setelah ada keluhan dari KPM, seperti tidak selalu adanya beras dan telur serta sembako lainnya. Hal inilah yang membuat sebagian agen tidak diperpanjang.

Untuk saat ini sudah ada 101 agen BPNT tambahan dan sudah terdata sejak akhir Juni lalu. Gunawan menyebut, tambahan agen ini rencananya baru aktif pada bulan Oktober setelah mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk pembaca kartu BPNT sudah dibagikan.

“Sehingga target kita bisa ada 404 agen BPNT pada bulan Oktober nanti, sehingga sudah melebihi target agen BPNT kita yang rencananya ada 365 sesuai jumlah Desa/Kelurahan di Kabupaten Pasuruan,” terangnya.

Gunawan mengatakan sejatinya ideal 1 Desa bisa ada 2 agen BPNT. Namun saat ini masih diupayakan 1 Desa ada 1 agen BPNT. “Meskipun belum semua desa ada, namun KPM bisa mencairkan dana BPNT ke agen di desa terdekat,” terangnya. Setiap KPM bisa mencairkan dana Rp 110 ribu dengan menukarkan beras atau telur sesuai kebutuhan KPM. (eka/fun) Editor : Jawanto Arifin
#BPNT Kabupaten Pasuruan #bantuan miskin