----------------
Banner berbentuk persegi panjang itu terbentang di sejumlah sudut GOR Untung Suropati Kota Pasuruan. Banner itu bertuliskan “cukur rambut bayar suka-suka.” Banner itu dipasang mencolok dengan dasar putih dan tulisan berwarna biru.
Pemandangan ini merupakan bagian dari kegiatan sosial peduli bencana Tsunami Banten, beberapa waktu lalu yang digagas oleh Komunitas Foberpas. Puluhan pria dan wanita pun antusias mengikuti aksi penggalangan dana tersebut.
Ketua Foberpas Kota Pasuruan Hijra Yunior Baja mengungkapkan, Foberpas didirikan akhir Desember 2018. Pendirian Foberpas bermula saat dirinya berada di Kalimantan Timur. Saat itu ia melihat setiap kota di Kalimatan memiliki komunitas barber atau tukang pangkas rambut.
“Padahal, jumlah barber di Kalimantan tidak sebanyak di Pasuruan. Kalau di Pasuruan, pangkas rambut jejer. Namun, mereka tidak bersaing,” ungkap lelaki 29 tahun ini.
Keinginan mendirikan komunitas barber semakin besar usai dirinya dan sejumlah barber asal Pasuruan mengikuti event barber di Jakarta. Saat itu pihaknya memperoleh hasil yang kurang memuaskan dalam event kompetisi itu. Kondisi ini tidak terlepas dari kurangnya sharing antarbarber.
Dari sinilah, akhirnya ia memutuskan untuk mendirikan Foberpas. Kini Foberpas sudah memiliki 30 anggota dari Kota Pasuruan dan 15 anggota dari Kabupaten Pasuruan. Tidak sekadar untuk menyatukan barber saja, Foberpas juga diharapkan bisa menjadi ajang berbagi ilmu.
“Waktu event di Jakarta, kami kalah. Peserta dari kota lain mampu menampilkan gaya rambut terbaik. Makanya, Foberpas ini berdiri,” jelas Baja –sapaan akrabnya-.
Pria yang sudah menekuni keahlian pangkas rambut sejak delapan tahun silam ini menjelaskan, Foberpas terbuka untuk barber dari kalangan apapun. Baik kecil maupun besar. Yang penting, pangkas rambut di Pasuruan berkembang dalam hal teknik dan ilmu memotong.
Saat ini, menurutnya, Foberpas belum memiliki basecamp atau tempat kumpul. Selama ini, anggota Foberpas kerap komunikasi melalui grup WhatsApp (WA). Dalam grup WA ini, mereka biasanya membahas event dan bakti sosial yang akan diadakan.
“Tidak jarang kami melakukan kopi darat. Tidak hanya sekadar silaturahmi, kami biasanya juga membahas soal teknik potong terbaru biar bisa berkembang,” terangnya
Pria kelahiran Samarinda, Kalimantan Timur, ini menyebut, pihaknya rutin mengikuti event barber. Terakhir, Foberpas menerjunkan 24 perwakilan untuk event barber di Ngawi, Jatim. Dalam kompetisi bertema “Fade and Hair Design” ini, Foberpas meraih juara ke tiga.
Tidak hanya rutin mengikuti event, Foberpas juga kerap melakukan bakti sosial. Seperti penggalangan bencana tsunami, bagi-bagi takjil, hingga buka puasa bersama anak yatim. Seluruh kegiatan ini dananya murni dari sumbangan anggota Foberpas.
Pria yang kesehariannya tinggal di Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan ini menuturkan, pihaknya berharap ada dukungan nyata dari Pemkot Pasuruan. Tujuannya, untuk menghidupkan sejumlah semibarber dan pangkas rambut kecil.
“Selama ini, saya sering digandeng Dinas Koperasi dan UKM Kota Pasuruan untuk memberikan pelatihan. Nah, harapannya ada perhatian lebih bagi usaha pangkas rambut di Kota Pasuruan,” tuturnya. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin