Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Muallif Arif mengatakan, penataan dilakukan agar usaha mebel di Kota Pasuruan menjadi lebih rapi. Terlebih, masih banyak yang pedagang berjualan di pinggir jalan.
Ia mencontohkan, usaha mebel di sepanjang jalur lingkar selatan (JLS) di Kelurahan Bukir, Kecamatan Gadingrejo. Pedagang di lokasi ini rata-rata menggunakan bahu jalan sebagai tempat displai mebel yang dijualnya. “Kondisi ini kan sangat membahayakan. Padahal, kami punya pasar mebel. Seharusnya mereka itu berjualan di dalam pasar bukan menggunakan bahu jalan,” ujarnya.
Ayik -sapaan akrab Muallif Arif- menjelaskan, pihaknya sempat melakukan survei beberapa waktu lalu. Diketahui, jika pedagang tersebut merupakan pedagang asal Kabupaten Pasuruan. Karenanya, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan penataan ulang.
Penataan ulang ini berupa sosialisasi agar mereka berjualan di dalam Pasar Mebel Bukir. Pihaknya akan menggandeng Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan agar penataan ini nantinya bisa berjalan dengan lancar.
“Sementara masih tahap imbauan. Kalau Pasar Mebel Bukir sudah direkonstruksi, kami harap sudah tidak ada pedagang yang berjualan di bahu jalan lagi,” ujar Ayik. (riz/rud) Editor : Jawanto Arifin