Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Desa Kalipang Kembangkan Tape Jadi Produk Unggulan

Jawanto Arifin • Senin, 28 Januari 2019 | 19:30 WIB
Photo
Photo
Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, memiliki potensi pertanian beragam. Salah satunya singkong yang banyak diolah menjadi tape. Olahan ini diupayakan menjadi produk unggulan Desa Kalipang.

ERRI KARTIKA, Grati

Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, berbatasan dengan Desa Triwung dan Desa Rebalas, Kecamatan Grati. Desa Kalipang memiliki potensi pertanian yang beragam. Selain tebu dan jagung, hasil pertanian dari singkong juga banyak dihasilkan dari petani Desa Kalipang.

Kepala Desa Kalipang M. Shobar mengatakan, dari hasil pertanian di desa, sudah puluhan tahun banyak masyarakat yang mengolah singkong. Terutama warga Dusun Krajan. Di sana sebagian masyarakatnya menjadi produsen tape.

“Karena hasil singkong cukup banyak, jadi sudah turun-temurun masyarakat, khususnya di Dusun Krajan banyak yang memproduksi tape,” ujarnya.

Masyarakat setempat tak kesulitan mendapatkan bahan baku. Bahan baku tape ini banyak dihasilkan dari pertanian Desa Kalipang. Kualitas singkong dari desa ini juga terjaga. Sehingga, hal ini membuat produksi tape juga ikut berkualitas.

Shobar mengatakan, tape hasil produksi warganya memiliki rasa yang manis. “Selain manis dan tidak kecut, juga hasil tape empuk gak keras saat dimakan. Sehingga, secara kualitas hasil tape dari Desa Kalipang bisa diadu dengan hasil tape lainnya,” ujarnya.

Dalam proses produksi, biasanya warga memulai dari pagi untuk memotong singkong, dibersihkan sampai diberi ragi selama sehari penuh. Baru tengah malamnya singkong yang sudah jadi tape dipersiapkan untuk dijual ke pasar. “Tape yang baru jadi ini langsung dijual ke pasar, harganya sangat terjangkau, hanya Rp 7.000 per kilogram,” ujarnya.

Penjualan tape ini masih di sekitaran Pasuruan, karena keterbatasan distribusi, alat, dan modal. Meski sejatinya permintaan tape dari luar daerah cukup tinggi. “Produksi tape memang masih terbatas karena warga masih memproduksi sekadar untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Padahal, kalau dikembangkan bisa lebih meningkatkan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.

Shobar berharap ada perhatian dari pemerintah daerah terhadap produsen tape di desanya. Seperti adanya bantuan modal, peralatan, dan pengembangan usaha agar produk tape bisa meluas. (rud) Editor : Jawanto Arifin
#tape #pemdes kalipang #singkong