Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan Wasis mengatakan, tahun ini jumlah calon penerima bansos bertambah. Jika tahun kemarin ada sekitar 1.400 pelajar, tahun ini mencapai 1.645 pelajar. “Itu sudah kami usulkan untuk dapat terealisasi tahun ini. Dananya senilai Rp 2,5 miliar yang dialokasikan dari APBD,” ujarnya.
Ribuan pelajar yang menjadi calon penerima bansos itu berasal dari 18 lembaga SMA-SMK swasta di Kota Pasuruan. Bansos diperuntukkan pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP). Anggaran Rp 2,5 miliar itu untuk alokasi selama 12 bulan.
Menurut Wasis, setiap pelajar akan mendapatkan bantuan dengan nominal berbeda. Itu, karena pihaknya harus menyesuaikan kebutuhan pembayaran SPP yang akan dibebankan kepada calon penerima. Keputusan ini juga mengaku pada surat edaran SE Gubernur Jawa Timur tentang SPP. “Untuk calon penerima SMA nilainya Rp 85 ribu per bulan. Untuk SMK nonteknis Rp 120 ribu, sedangkan SMK teknis Rp 150 ribu per bulan,” ujarnya.
Karena bantuan ini khusus untuk kalangan tidak mampu, Wasis mengatakan, sebelum pencairan bantuan ini dicairkan, pihaknya juga akan melakukan verifikasi dan validasi data. Calon penerima diharuskan memenuhi sejumlah persyaratan.
Di antaranya, tercatat sebagai warga Kota Pasuruan, memiliki Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Program Keluarga Harapan (PKH). Juga harus menyertakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan. Wasis juga menjelaskan, nantinya bansos akan dikucurkan ke masing-masing rekening penerima. (tom/fun) Editor : Jawanto Arifin