RIZAL FAHMI SYATORI, Gempol
Selama ini, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol dikenal sebagai lumbung padi. Areal pertanian yang luas membuat mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan buruh tani.
Hanya saja desa setempat juga memiliki usaha kecil menengah. Sebagian sudah berkembang. Di antaranya home industri kasur, yang sudah ada lama sejak puluhan tahun. Maka tak heran, di Kecamatan Gempol menjadi desa home industri kasur. Hingga sekarang masih ada dan tetap eksis.
“Usaha ini turun temurun di desa kami. Bisa dikatakan produk unggulan selain pertanian padi dan tebu,” tutur Kades Wonosari Damanhuri.
Dahulu, kata Damanhuri. pelaku ada banyak. Namun kini hanya tinggal beberapa orang saja. Baik dulu dan sekarang, produksi kasur di Desa Wonosari menyerap tenaga kerja. Umumnya berasal dari warga setempat.
Tiap hari, produksi dikerjakan di masing-masing rumah dengan cara manual. Menggunakan tangan untuk menjahit dan menyulamnya. Produk kasur ini dimulai dari barang mentah, dengan bahan dasar kapuk dan kain kasur. Hingga dibuat dan siap jual.
“Tiap harinya tetap produksi, meskipun tidak seramai dan sebanyak dulu. Baik melayani pesanan ataupun tidak. Usaha ini mampu mengangkat perekonomian warga diluar pertanian,” bebernya.
Sejauh ini produk kasur kapuk dari Wonosari, pemasarannya tidak hanya di sekitaran Pasuruan saja. Tapi juga ke luar daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik. Kemudian Jombang dan Mojokerto.
“Produksnya laku dipasaran. Tentunya juga menjadi perhatian kami di pemdes, berupa membantu pemasaran, pinjaman modal dari kopwan serta pelatihan dengan dinas terkait,” cetusnya. (fun) Editor : Jawanto Arifin