Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Usaha Home Industry Kasur Kapuk Desa Wonosari yang Masih Bertahan di Era Spring Bed

Jawanto Arifin • Kamis, 24 Januari 2019 | 20:00 WIB
Photo
Photo
Meski saat ini banyak orang beralih ke spring bed, bukan berarti usaha kasur kapuk mati. Di Desa Wonosari misalnya. Meskipun pelaku usahanya tidak sebanyak dahulu, namun masih ada yang bertahan dan tetap produksi. Berikut Ceritanya?

RIZAL FAHMI SYATORI, Gempol

Selama ini, Desa Wonosari, Kecamatan Gempol dikenal sebagai lumbung padi. Areal pertanian yang luas membuat mayoritas penduduk bekerja sebagai petani dan buruh tani.

Photo
Photo
PEMASARAN LUAS: Produk kasur kapuk dari Wonosari sudah memiliki pasar luas. (Rizal F. Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Hanya saja desa setempat juga memiliki usaha kecil menengah. Sebagian sudah berkembang. Di antaranya home industri kasur, yang sudah ada lama sejak puluhan tahun. Maka tak heran, di Kecamatan Gempol menjadi desa home industri kasur. Hingga sekarang masih ada dan tetap eksis.

“Usaha ini turun temurun di desa kami. Bisa dikatakan produk unggulan selain pertanian padi dan tebu,” tutur Kades Wonosari Damanhuri.

Dahulu, kata Damanhuri. pelaku ada banyak. Namun kini hanya tinggal beberapa orang saja. Baik dulu dan sekarang, produksi kasur di Desa Wonosari menyerap tenaga kerja. Umumnya berasal dari warga setempat.

Tiap hari, produksi dikerjakan di masing-masing rumah dengan cara manual. Menggunakan tangan untuk menjahit dan menyulamnya. Produk kasur ini dimulai dari barang mentah, dengan bahan dasar kapuk dan kain kasur. Hingga dibuat dan siap jual.

“Tiap harinya tetap produksi, meskipun tidak seramai dan sebanyak dulu. Baik melayani pesanan ataupun tidak. Usaha ini mampu mengangkat perekonomian warga diluar pertanian,” bebernya.

Sejauh ini produk kasur kapuk dari Wonosari, pemasarannya tidak hanya di sekitaran Pasuruan saja. Tapi juga ke luar daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik. Kemudian Jombang dan Mojokerto.

“Produksnya laku dipasaran. Tentunya juga menjadi perhatian kami di pemdes, berupa membantu pemasaran, pinjaman modal dari kopwan serta pelatihan dengan dinas terkait,” cetusnya. (fun) Editor : Jawanto Arifin
#kasur kapuk #spring bed #kecamatan purwodadi #Desa Wonosari