Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Korban Diberi Kopi Bercampur Potasium, Setelah Mati Pelaku Bingung, Akhirnya Dibakar

Jawanto Arifin • Selasa, 22 Januari 2019 | 15:36 WIB
Photo
Photo
BANGIL - Selang sehari usai peristiwa pembunuhan keji di Dusun Krajan, Desa Jatigunting, Wonorejo, polisi akhirnya merilis ungkap kasus tersebut. Senin (21/1) pagi, ketiga pelakunya dihadirkan di hadapan awak media. Polisi juga membeber bagaimana dan apa motif dari pembunuhan berencana tersebut.

Photo
Photo
SUDAH DIRENCANAKAN: Sya’roni dan Imam Sya’roni, kedua korban yang dibunuh dengan keji. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Rilis itu dilakukan di Mapolres Pasuruan. Ketiga pelaku dihadirkan. Mereka adalah M. Dhofir, 59, warga Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, sebagai otak pembunuhan dan istrinya yakni Nanik Purwanti, 30, warga Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo. Satu pelaku lagi adalah Zainuddin, warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonorejo. Dia adalah murid atau pengikut M Dhofir.

Motif pembunuhan itu ternyata berlatar belakang dendam, M. Dhofir merasa dendam dan sakit hati terhadap korban Sya’roni. M Dhofir kecewa karena program umrah murah yang pernah dijanjikan Sya’roni, tak ada kejelasan. Akibatnya, M Dhofir mengaku para pengikutnya atau muridnya semakin berkurang.

AKBP Rizal Martomo, kapolres Pasuruan mengatakan, sebelumnya kepolisian menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 03.00. Dalam laporan tersebut, warga sekitar yakni Nurul Huda, terkejut saat menemukan dua orang dalam keadaan terbakar dan sudah meninggal dunia. Dua orang itu merupakan korban yakni Sya’roni, 58, warga Dusun Pejaten, Desa Pajaran, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan dan Imam Sya’roni, 70, warga Dusun Selorentek Kulon, Desa Karanganyar, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan.

Dari laporan tersebut, polisi mendatangi TKP. “Setelah datang ke TKP dan mengembangkan terkait kejadian tersebut, kami simpulkan telah terjadi tindak pidana pembunuhan,” terangnya.

Akhirnya, Polres Pasuruan melakukan penyelidikan. Dari pengembangan di lapangan, disimpulkan ada 3 pelaku yang dicurigai yaitu M Dhofir dan Nanik Purwanti, serta Zainudin yang merupakan pengikut atau murid dari M. Dofir.

M. Dofir sendiri, kata mantan Kapolres Pasuruan Kota tersebut, adalah sebagai orang pintar (Dukun) di Desa Jatigunting. Dia disebut-sebut memiliki pengikut atau murid yang jumlahnya ada ratusan orang.

Terencananya pembunuhan terhadap kedua korban, terlihat dari cara pelaku membunuh korbannya. Diperkirakan, pembunuhan itu dilakukan Sabtu (19/1) sekitar pukul 17.00. Saat itu M. Dhofir sudah menaruh racun potas ke dalam minuman teh dan jamu. Dhofir dengan sabar menunggu Sya’roni datang ke rumahnya yang saat itu dijemput oleh tersangka Nanik Purwanti.

Ketika datang, kedua korban memang tidak menaruh curiga lantaran Sya’roni memang merupakan pengikut dari M. Dofir. Bahkan, Sya’roni rutin datang, terutama jika hendak mengobati tubuhnya atau sekadar meminta saran.

Saat meminum teh yang sudah dicampur potasium, Sya’roni dan Imam Sya’roni kontan saja merasa kesakitan karena teh sudah bercampur dengan racun yang biasa digunakan untuk membunuh ikan di sungai tersebut. Mereka bahkan sempat meminta obat kepada M Dhofir. Saat itu, M Dhofir justru menawarkan jamu. Namun, di dalam jamu tersebut juga sudah dicampuri potasium.

Kematian korban sendiri terjadi sekitar pukul 00.00. Begitu kedua korban meregang nyawa, Dhofir saat itu panik. Dia mengaku bingung, bagaimana cara menyembunyikan jasad kedua korban. Akhirnya, meminta tolong kepada Zainudin untuk mencarikan mobil pikap. Rencananya, kedua jazad korban hendak dibuang ke tempat yang jauh.

“Tapi, karena sudah tengah malam, Zainudin gak dapat pikap, jadi rencananya diubah,” terangnya.

Akhirnya terbesitlah ide untuk membakar kedua korban. Nanik Purwanti lalu ditugasi untuk membeli bensin. “Kedua tersangka yang lain (Nanik dan Zainudin) ikut membantu pembunuhan. Tersangka Nanik membeli bensin, sementara Zainudin membawa jenazah ke belakang termasuk mengikat kedua jenazah tersebut,” beber Rizal Martomo.

Namun, saat melakukan pembakaran dengan maksud menghilangkan jazad kedua korban, rupanya pemilik rumah di sekitar lokasi pembakaran jenazah yaitu Nurul Huda terbangun. “Dan, ketiga pelaku ini langsung lari dari TKP. Dan, akhirnya ketahuan terkait kedua jenazah tersebut,” terangnya. (eka/fun) Editor : Jawanto Arifin
#korban dukun dibakar #dua tewas dibakar #pasien dukun dibakar #polsek wonorejo #pembunuhan wonorejo #pembunuhan jatigunting #korban tewas dibakar