Kasat Polairud Polres Pasuruan AKP Poerlaksono mengatakan, di hari kedua pencarian, pihaknya juga melibatkan instansi lain agar pencarian lebih maksimal. “Kami berkoordinasi dengan BPBD Kota Pasuruan untuk melakukan pencarian. Selain itu, juga dibantu nelayan,” ujarnya, Sabtu (19/1).
Sejauh ini, upaya pencarian belum jauh dari perairan Kecamatan Kraton. Menurut Poerlaksono, pihaknya masih menitikberatkan penyisiran di kawasan pesisir dengan jarak penyisiran sekitar 1 mil dari daratan.
Selama melakukan penyisiran, petugas juga membagi wilayah dan menyebar. Beberapa di antaranya diberangkatkan dari Kraton ke barat. Sementara, yang lain menyisir perairan Panggungrejo hingga perairan Lekok. Belasan perahu nelayan yang merupakan kerabat korban juga terlibat dalam penyisiran. “Kami masih berupaya semaksimal mungkin dan berharap terlapor ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Kondisi cuaca buruk di perairan, kata Poerlaksono, juga menjadi kendala dalam upaya penyisiran. Hujan deras yang mengguyur kerap menimbulkan kabut yang berakibat minimnya jarak pandang. Begitu juga dengan angin kencang dinilai akan membahayakan keselamatan tim. “Kami kondisional. Dengan pertimbangan cuaca, bila tak mendukung tentu harus dihentikan sementara,” ujarnya.
Sebelumnya, M. Sodiq dilaporkan hilang karena belum juga pulang ke rumahnya setelah berselang sehari pergi melaut. Ia pergi melaut untuk mencari ikan tangkap sejak Kamis (17/1) pukul 10.00.
Informasinya, sebelum Sodiq dilaporkan hilang, sejumlah nelayan sudah merasakan kejanggalan. Sebab, mereka menemukan sebuah termos ikan serta kemudi perahu yang terbuat dari kayu mengapung di sekitar perairan Lekok.
Terkait temuan nelayan itu, Poerlaksono juga membenarkan. Namun, pihaknya belum bisa memastikan apakah dua benda itu milik Sodiq atau bukan. “Kami belum bisa menyimpulkan itu punya terlapor. Harus dipastikan lebih dulu," ujarnya. (tom/rud) Editor : Jawanto Arifin