Kejadian sekitar pukul 12.30, itu sempat membuat sejumlah pengunjung dan pedagang di kios terminal panik. Syukur, tak ada korban jiwa dalam kejadian yang menimpa angkot milik Irul, warga Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugul Kidul itu.
Saat itu, Irul yang hendak pulang narik angkot, masih masuk area terminal untuk parkir. Ia bergegas menuju warung di sisi timur jalan. Sekitar 30 menit berselang, Irul mendapat kabar angkotnya tertimpa atap bangunan terminal yang ambrol.
Kerusakan angkot bernomor polisi N 1020 UW cukup parah. Bagian depan ringsek, bahkan kacanya pecah. Namun, Irul kemudian memutuskan meninggalkan lokasi kejadian dengan kondisi mobilnya yang rusak.
Salah seorang pedagang di kios terminal, Sari mengaku, terkejut mendengar suara yang cukup keras. “Saya tadinya sedang tiduran. Kemudian, saya lihat ke depan mobilnya sudah ringsek,” ujarnya.
Sari mengaku khawatir bila ambrolnya atap bangunan itu kembali terjadi. Hal senada diutarakan Ridho, salah seorang pengunjung yang tengah menunggu bus. “Mengkhawatirkan kalau kondisinya seperti ini. Tidak ada angin, tiba-tiba ambrol,” ujarnya.
Jawa Pos Radar Bromo berusaha mendapatkan keterangan dari Kasi Dalops UPT LLAJ Probolinggo Dishub Jawa Timur M. Chiesqiel. Namun, saat dihubungi melalui sambungan telepon, yang bersangkutan belum memberikan keterangan terkait insiden ini. (tom/fun) Editor : Fandi Armanto