Ada beberapa titik pemberian bantuan yang diserahkan dalam kurun waktu beberapa hari. Bantuan yang terkumpul tersebut dibagikan dalam bentuk paket sembako, terpal dan pengobatan. Warga yang mendapatkan bantuan langsung bersyukur atas kepedulian tersebut.
Di hari pertama tepatnya di titik 1 berupa pengobatan dan pemberian bantuan paket sembako serta terpal di Dusun 01 RT 01 dan RT 02 Desa Kaleke, Kecamatan Dolo Barat, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah. Sebanyak 130 paket sembako dan 20 terpal tersalurkan ke warga Kaleke tersebut.
Selain bantuan, pemeriksaan kesehatan juga digelar. Dalam pemeriksaan kesehatan di warga Kaleke tersebut, ada korban tsunami yang selamat memeriksakan kondisinya. Korban tersebut kondisinya masih ada luka di bagian jari kaki (luka operasi) masih diperban. Tim Medis Bencana menyarankan untuk dibawa ke RS Lapangan BSMI di Sigi untuk mendapatkan pelayanan yang optimal.
"Pemberian Logistik paket sembako, Terpal dan Pelayanan Kesehatan di Desa Kaleke ini sangat bermanfaat bagi kami. Karena kebutuhan pokok dan kesehatan sangat penting" ujar Meli salah satu warga Kaleke.
Setelah di titik pertama ini, Tim Tanggap Bencana dan Medis akan berangkat ke titik kedua yaitu di Desa Mako. Sebanyak 150 paket sembako dan 50 terpal tersalurkan ke warga Mako. Jawa Pos Radar Bromo berharap, semoga bantuan tersebut bisa membantu dan meringankan musibah yang melanda.
Pemberian bantuan itu juga cukup banyak menemui tantangan. Contohnya saat pemberian bantuan di Desa Lambonga dan Desa Lende Tovea, Kecamatan, Sirenja, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, di hari ketiga. Untuk menuju kesana, tim harus melakukan perjalanan selama 4 jam. Saat sampai di lokasi, hujan turun deras sampai malam. Akhirnya, sambil kehujanan tim Medis dan Tanggap Bencana BSMI Jatim dan warga menurunkan bantuan paket sembako.
"Alhamdulillah bantuan datang, Semoga bisa datang lagi, terimakasih pak," kata Farid, salah satu warga Lambonga saat membantu menurunkan logistik. Di titik ini, tim Medis tidak memberikan pelayanan kesehatan karena kondisi tempat yang hujan dan tidak memungkinkan.
Begitu juga saat hari keempat yang kali ini dibagi tiga titik. Yakni di Desa Rampapadende Dusun 2 dan 3 serta Desa Kotapulu Dolo, Sigi, Sulawesi Tengah. Sebanyak 238 paket sembako dan 35 terpal tersalurkan.
Perjalanan menuju ke lokasi diantar oleh Aji, salah satu warga Kotapulu. "Kami sangat bergembira atas bantuan yang di berikan" ujar Aji saat mengantarkan ke Rampapadende.
Disana, tim Tanggap Bencana BSMI membawa logistik di Desa Rampapadende sebanyak 180 Logistik. "Kerusakan rumah di Rampapadende juga sangat banyak, banyak yang hancur, logistik sangat membantu," kata Aji.
Hingga Sabtu (10/11) lalu, BSMI tetap menyalurkan bantuan. Di hari itu, sasarannya adalah masjid dan lembaga pendikan. Akibat gempa yang terjadi, banyak masjid dan sekolah-sekolah rusak. Alhasil, korban gempa, banyak yang salat dan belajar di tenda-tenda.
"Belakang masjid itu sudah runtuh, dan dana akan kami buat untuk renovasi itu pak" kata Toto Sutrianto, salah satu pengurus Masjid Al Hijarah. Dia pun mengucapkan terimakasih atas bantuan-bantuan dari pembaca Jawa Pos Radar Bromo dan Pemkab Probolinggo. (tim) Editor : Jawanto Arifin