Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Waktu Mepet, Rehab Pasar Bukir Tahun Ini Batal

Jawanto Arifin • Senin, 10 September 2018 | 14:00 WIB
Photo
Photo
GADINGREJO - Pedagang eks korban kebakaran di Pasar Mebeler Bukir di Kecamatan Gadingrejo, harus kembali dibuat kecewa. Betapa tidak, rehab Pasar Bukir yang direncanakan tahun ini, kembali batal.

Pemkot menyebut, batalnya rehab disebabkan karena gagal lelang. Gagalnya rehab Pasar Mebel Bukir ini disebabkan dana alokasi khusus (DAK) dari Kementerian Perdagangan tidak terserap tepat waktu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Muallif Arif mengungkapkan, pihaknya tidak akan merehab Pasar Mebel Bukir tahun ini. Sebab sampai batas waktu akhir Juli lalu, Pemkot tidak dapat menyerap anggaran rehab senilai Rp 2,357 miliar.

“Rehab Pasar Mebel Bukir tidak jadi tahun ini. DAK ini harus diserap paling lambat 23 Juli. Cuma, sampai saat ini kami masih baru tahap perencanaannya,” jelasnya.

Ayik -sapaan akrabnya- menjelaskan, molornya penyerapan DAK ini disebabkan adanya perubahan petunjuk teknis (juknis) terkait peruntukan DAK. Awalnya, dalam perencanaan, DAK ini diperuntukkan bagi rehab dua pasar. Yakni, Pasar Bukir senilai Rp 4 miliar dan Pasar Kebonagung senilai Rp 1,019 miliar.

Namun, pada Februari lalu, ternyata ada juknis baru yang meminta agar sasarannya harus empat pasar. Sehingga, pihaknya melakukan pergeseran anggaran dan direncanakan anggaran Rp 5 miliar ini diperuntukkan bagi Pasar Mebel Bukir, Karangketug, Kebonagung, dan Poncol.

Namun, karena anggaran rehab Pasar Mebel Bukir ini di atas Rp 200 juta, maka pihaknya kembali melakukan proses lelang untuk tahap perencanaan dan baru rampung pada 26 Juni lalu. Kondisi ini menyebabkan proses lelang fisik menjadi molor dari batas waktu penyerapan.

“Beberapa waktu lalu, kami sempat mengajukan rehab melalui perubahan APBD (P-APBD). Namun, karena waktu mepet sehingga tidak jadi. Kami masih mencari solusi dengan tim anggaran,” terang Ayik.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Kota Pasuruan Abdullah Junaedi menyebut pihaknya berharap pedagang bersabar. Sebab, Pemkot akan menjadi lebih bijak jika rehab ditunda tahun depan dengan mengajukan DAK, sebab tahun anggaran 2018 sudah hampir berakhir.

“Apalagi kan Pemkot sudah menyelesaikan perencanaannya. Jadi, kalau memang dapat DAK dari Pusat, bisa langsung dilelang untuk segera dilakukan rehab,” terang politisi dari Fraksi PKB ini.

Di sisi lain, batalnya rehab Pasar Mebeler Bukir, jelas membuat kecewa para pedagang. Khususnya yang pernah menjadi korban saat pasar ini terbakar, September tahun lalu.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Mebel Bukir Lilik Suciati mengaku kecewa dengan tidak terealisasinya rehab pasar tahun ini. Sebab, banyak pedagang yang akhirnya memilih untuk menyewa di luar pasar dengan harga yang lebih tinggi untuk berjualan.

"Yang jelas kami kecewa. Selama setahun kami tidak punya bedak. Kami minta relokasi juga tidak didengar. Pemasukan kami menurun drastis dari sebelumnya. Kalau bisa ada solusi dari Pemkot segera," ungkap Lilik. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin
#rehab pasar #dak kemendag #pasar mebeler #pasar bukir