Pejabat Pembuat Komitmen Disperindag Kabupaten Pasuruan M. Saifudin Zuhri mengatakan, pengerjaan di tahun kedua ini adalah penyelesaian akhir dari pembangunan ruko di tahun 2017. Tahun ini yang diselesaikan berupa pemasangan rolling door di semua kios. Serta, pemasangan keramik di lantai atas, kantor pasar, dan musala.
Saifudin mengatakan, sampai akhir Agustus lalu progres penyelesaian sudah 50 persen. Sejauh ini, pemasangan keramik masih terus digarap. Sedangkan, pengerjaan musala di area depan ruko sudah mencapai 70 persen. “Secara keseluruhan sudah 50 persen, termasuk musala di depan sudah tahap 70 persen dan lainnya, termasuk keramik juga masih tahap pengerjaan,” ujarnya.
Pasar Warungdowo yang berada di pertigaan Pohjentrek, ini memang mendapat perhatian lebih untuk direvitalisasi. Ini, karena lokasinya cukup strategis antara jalur Kota Pasuruan ke arah Malang dan Gondangwetan. Sehingga, banyak kendaraan yang melintas di sana.
Sebelumnya, wajah Pasar Warungdowo terlihat kumuh. Sehingga, tahun kemarin Pemkab Pasuruan menggelontorkan dana Rp 4 miliar untuk mengubah wajah depan atau sisi utara pasar menjadi ruko berlantai 2 dengan kapasitas 40 kios. Setelah jadi, tahun ini masih ada tahap finishing dengan anggaran Rp 2,1 miliar.
Dengan progres yang sudah mencapai 50 persen pada akhir Agustus, Disperindag optimistis pengerjaannya bisa lebih cepat dari target awal. “Targetnya Desember selesai, tapi kemungkinan bisa lebih cepat pada Oktober atau November,” ujarnya. (eka/rud/mie) Editor : Jawanto Arifin