ERRI KARTIKA, Gondangwetan
ARUS lalu lintas di Desa Bajangan, Kecamatan Gondangwetan cukup tinggi. Lalu lalang kendaraan roda 2, roda 4, sampai truk, tiap hari selalu ramai.
Maklum, Desa Bajangan terletak di jalur Jalan Raya Gondangwetan menuju tiga area wisata. Yaitu, Banyu Biru, Umbulan, dan Gunung Bromo. Lokasi Desa Bajangan juga berada di simpang tiga dari Kota Pasuruan menuju ke Gondangwetan.
Kondisi ini, menurut Kades Bajangan Imron, dimanfaatkan warganya untuk berdagang. Banyak warga desa setempat yang berjualan di sepanjang jalur yang ramai itu. Bahkan, aktivitas perdagangan warga terus berkembang sejak beberapa tahun terakhir.
“Sekarang ini makin banyak warga Desa Bajangan yang berdagang. Mulai membuka warung makanan dan minuman, buah-buahan, sampai aksesori di sepanjang Jalan Raya Gondang Wetan di Desa Bajangan,” ungkapnya.
Tak heran, di sepanjang jalan Desa Bajangan banyak warung kecil. Baik berupa lapak PKL, maupun kios. Pembelinya pun selalu ramai. Tak hanya warga sekitar, juga banyak pengendara yang melintas dan berhenti untuk sekadar makan minum atau membeli bermacam buah-buahan.
Pemdes sendiri rupanya melihat kondisi itu sebagai sebuah potensi ekonomi yang menjanjikan. Karena itu, tahun ini lewat BUMDes, Pemdes membangun pujasera dan pertokoan.
Saat ini, bangunan untuk pujasera itu baru 95 persen. Total ada enam kios yang di sana. Dan sudah tiga kios yang dipakai berjualan.
“Pujasera ini berdiri di tanah bengkok milik desa. Karena lokasinya strategis, cocok sebagai tempat istirahat untuk pengendara yang lewat dan masyarakat, kami bangun pujasera,” jelasnya.
Selain itu, di depan pujasera, juga sudah terbangun pertokoan yang terdiri atas enam kios juga. Namun, pertokoan itu belum dimanfaatkan.
Targetnya, pertokoan ini akan dijadikan tempat berjualan produk unggulan desa. Seperti petis, beras hasil panen petani, sembako, termasuk suvenir wisata.
“Kami ingin menjadikan pujasera ini sebagai pusat kegiatan ekonomi. Jadi, warga sekitar atau pengendara yang melintas bisa beristirahat di pujasera. Bisa juga berlanja oleh-oleh di pertokoan,” pungkasnya. (fun) Editor : Jawanto Arifin