Mandor TPA Blandongan Edi Mahmudi membenarkan adanya monitor dan CPU backhoe yang hilang. Namun, kapan hilangnya monitor dan CPU ini tidak dapat diketahui secara pasti. Pasalnya, raibnya perangkat keras tersebut baru diketahui Kamis (24/8) oleh Agus Santoso, yang bertugas sebagai operator.
Edi Mahmudi menceritakan, saat itu seperti biasa Agus Santoso berniat mengisi solar untuk dua backhoe tersebut. Namun, ia kaget saat mengetahui kunci backhoe yang dalam kondisi rusak. Saat dicek, ternyata monitor dan CPU di dua backhoe itu sudah hilang.
Agus –sapaan akrabnya – langsung melaporkan peristiwa ini pada Edi. Informasi itu diteruskan pada Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Petamanan (DLHKP). Akibat hilangnya monitor dan CPU ini, backhoe yang punya kemampuan untuk memilah sampah ini tidak bisa digunakan.
“Rabu sore sampai pukul 16.00, kondisi backhoe masih lengkap. Namun, paginya kunci backhoe sudah dalam keadaan rusak. Kabel monitor serta CPU dipotong,” jelas Edi.
Kepala DLHKP Kota Pasuruan Rudiyanto enggan berkomentar banyak soal peristiwa ini. Pasalnya, pihaknya masih akan melakukan koordinasi internal untuk penyelesaiannya. Kebetulan saat peristiwa terjadi, ada 8 orang yang berjaga di TPA.
“Soal backhoe, saya belum bisa komentar. Kami perlu mengetahui penjelasan dari petugas dan penjaga TPA saat peristiwa terjadi. Baru kami bisa mengambil tindakan,” jelasnya. (riz/rf) Editor : Jawanto Arifin