Hal tersebut diungkapkan Muhammad As’adul Anam, Kepala Kemenag Kabupaten Pasuruan. Sejatinya, kata As’adul Anam, Kemenag awalnya berencana memanfaatkan gedung MAN IC di Desa Kedawung Wetan, Kecamatan Grati bisa dilakukan di tahun ajaran 2019/2020 mendatang.
“Tapi kami lihat situasi dulu, kemungkinan bisa mundur pada tahun ajaran 2020 mendatang baru bisa ditempati,” jelasnya.
Ini lantaran Kemenag menilai bahwa pada tahun ajaran mendatang. Situasi di MAN IC Pasuruan belum 100 persen selesai. Kalaupun dipaksa hanya ada 1 gedung asrama dan juga 1 gedung kelas 2 lantai. Kondisi ini dikatakan belum maksimal sehingga Kemenag menilai akan memundurkan jadwal pembelajaran disana.
Saat ini, angkatan pertama MAN IC Pasuruan sudah mulai berlangsung di Wisma Santri, Surabaya sejak Juli 2018 lalu. Tercatat ada 48 siswa di angkatan pertama. Kalau tahun depan dibuka angkatan kedua, kemenag masih memanfaatkan gedung Wisma Santri tersebut.
Terkait progres pembangunan. Saat ini sedang berlangsung pembangunan gedung asrama yang menyedot anggaran Rp 4 Miliar oleh Kemenag Pusat. Terkait usulan tahun 2019 mendatang sebesar Rp 32 Miliar digunakan untuk pembangunan asrama, ruang kelas, laboratorium, sport center dan perkantoran.
“Jadi tahun 2020 dinilai sudah lebih representatif, dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar di MAN IC Pasuruan,” pungkasnya. (eka/fun) Editor : Jawanto Arifin