Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Polisi Selidiki Kecelakaan Kerja di Tambakrejo yang Tewaskan Satu Orang

Fandi Armanto • Kamis, 16 Agustus 2018 | 14:00 WIB
OLAH TKP: Tim Inafis Polresta Pasuruan mengidentifikasi lokasi kejadian di lokasi pembangunan pabrik Desa Tambakrejo. Korban Ponidi yang meregang nyawa. (Dok Jawa Pos Radar Bromo)
OLAH TKP: Tim Inafis Polresta Pasuruan mengidentifikasi lokasi kejadian di lokasi pembangunan pabrik Desa Tambakrejo. Korban Ponidi yang meregang nyawa. (Dok Jawa Pos Radar Bromo)
KRATON-Insiden kecelakaan kerja di sebuah bangunan bakal pabrik pengolahan sarang burung walet di Desa Tambakrejo, Kraton, kini tengah diselidiki kepolisian. Bahkan penyidikan yang awalnya dilakukan Polsek Kraton terebut, diambil alih Polres Pasuruan Kota.

Usai insiden yang mengakibatkan satu pekerja tewas dan dua lainnya luka berat tersebut, Polres Pasuruan Pasuruan sudah memeriksa dua saksi. Dua saksi tersebut tak lain adalah dua pekerja konstruksi bangunan yang saat itu juga sama-sama bekerja pada Selasa lalu (14/8). Keduanya bahkan juga ikut menyaksikan bagaimana tiga pekerja terjatuh dari tiang penyangga dari ketinggian 10 meter.

Kanit Pidum Satreskrim Polresta Pasuruan, Ipda Hajir Sujalmo mengungkapkan penyelidikan kecelakaan kerja yang menewaskan Ponidi, 50 warga Dusun Jabon, Kelurahan Jogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan terus dilakukan. Saat ini, pihaknya sudah memeriksa dua teman korban.

Adapun dua teman korban yang dijadikan saksi ialah Saifudin, 48, Dusun Candi, Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan dan Aminulloh, 33, Dusun Sudan, Desa Wonosari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Kebetulan saat peristiwa terjadi, keduanya juga sedang bekerja di lokasi setempat.

“Penyelidikan kami ambil alih. Saifudin ini sebagai pekerja kontruksi sementara Aminulloh adalah tukang cat. Keduanya merupakan rekan korban,” katanya.

Hajir menjelaskan, dari keterangan saksi diketahui peristiwa ini bermula saat Ponidi bersama kedua temannya, Zaenal dan Didik sedang menaikkan rangka besi atap dengan menggunakan crane. Namun, tiba-tiba tiang box penyangga yang digunakan sebagai tumpuan, patah dan menimpa ketiganya.

“Kami masih terus menyelidiki kasus ini. Apakah ini murni kecelakaan ataukah ada unsur kelalaian dari aspek keselamatan kerja. Jika ada, bisa ditingkatkan ke proses penyidikan,” ujar Hajir.

Seperti diketahui, nahas menimpa Ponidi, 50, warga dusun Jabon, Kelurahan Jogosari, Kecamatan Pandaan selasa lalu (14/8). Ia tewas usai terjatuh saat menaikkan rangka besi atap dengan menggunakan crane. Sementara kedua temannya, Zaenal, 21 dan Didik, 45 mengalami luka dan dirawat di RSUD Bangil Pasuruan. (riz/fun) Editor : Fandi Armanto
#kecelakaan kerja #polsek kraton #crane patah #tewas tertimpa crane