Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Hasil Perkebunan Kerek Ekonomi Masyarakat Desa Pohgedang di Pasrepan

Jawanto Arifin • Selasa, 7 Agustus 2018 | 01:00 WIB
Photo
Photo
Tak hanya mengandalkan hasil pertanian, seperti padi dan jagung. Warga Desa Pohgedang, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, juga banyak membudidayakan buah-buahan. Panen buah bahkan bisa membantu mengangkat ekonomi warga setempat.

--------------

Lokasi Desa Pohgedang, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, mudah dijangkat Tak jauh dari Pasar Pasrepan dan Pasar Buah Pasrepan.

Terletak di dataran tinggi, Desa Pohgedang memiliki hasil alam yang melimpah. Baik di sektor pertanian, juga perkebunan. Tak heran, hamparan lahan pertanian membentang di Desa Pohgedang.

Tak hanya itu. di Pohgedang juga banyak hasil perkebunan buah-buahan. Ada mangga dan pisang yang banyak dimiliki warga setempat.

Misroji, Kepala Desa Pohgedang mengatakan, desanya memang memiliki hasil perkebunan yang melimpah. Yang paling banyak dihasilkan adalah mangga dan pisang. Dua jenis buah ini rutin dikirim ke Pasar Buah Pasrepan yang lokasinya tak jauh dari desa.

Potensi buah inipun, mampu memberikan pendapatan rutin bagi warga setempat. “Saat ini kurang lebih 30 KK yang memiliki kebun buah. Mereka kebanyakan punya kebun mangga dan pohon pisang,” jelasnya.

Untuk buah mangga, jenisnya beragam. Mulai mangga Gadung, Manalagi sampai Golek. Mangga biasanya panen pada akhir tahun. Diperkirakan Oktober ini sudah mulai panen dan mencapai puncak di Desember.

Untuk mangga, hasil panen banyak yang dikirim ke Pasar Buah Pasrepan. Namun, ada juga yang dikirim ke luar kota. Seperti, Bandung.

Harga jual mangga ini bervariasi, tergantung jenisnya. Mangga Gadung harganya Rp 7-8 ribu per kilogram. Sedangkan mangga Golek lebih murah, yaitu Rp 5-6 ribu per kilogram.

Tak hanya mangga, panen pisang pun cukup tinggi. Jenisnya juga beragam. Ada pisang Ambon, Gajih, Raja dan sebagainya. “Untuk pisang paling banyak saat bulan Oktober dan Maret. Biasanya, hasil panen rutin dikirim ke Pasar Buah Pasrepan juga,” jelasnya.

Pasokan ke Pasar Buah Pasrepan menurut Misroji, memang rutin dilakukan. Sebab, pasar ini cukup ramai. Pembelinya datang dari beragam kalangan.

Seperti wisatawan Bromo. Namun paling banyak yang membeli warga Pasrepan sendiri. Juga warga daerah sekitar, seperti Gondangwetan, Puspo sampai Kota Pasuruan.

Ke depan menurut Misroji, pemerintah desa ingin potensi buah ini diolah jadi produk lain. Seperti, keripik atau minuman. Harapannya bisa lebih meningkatkan ekonomi warga desa setempat. (eka/hn/fun) Editor : Jawanto Arifin
#kecamatan pasrepan #potensi desa pohgedang