FAHRIZAL FIRMANI, Kejayan
Pemerintahan Desa Randugong terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Karena itu, pembangunan di segala bidang rutin dilakukan. Salah satunya dalam bidang pendidikan. Tahun ini, Pemdes setempat berencana membangun gedung TK.
Kades Randugong, Usman mengungkapkan ada satu TK di desanya. Namun, TK ini tidak dikelola oleh desa, melainkan dari bantuan salah satu program televisi swasta. Karena itu, TK ini belum memiliki gedung sendiri.
Pembelajaran selama ini dilakukan di gedung milik pembinaan kesejahteraan keluarga (PKK). Namun, karena bangunannya sempit, maka proses belajar mengajar dibagi dalam dua shift. Yakni pagi mulai pukul 07.00-08.00 untuk TK Nol Kecil dan 08.30-09.30 untuk TK Nol Besar.
Tak ayal kondisi ini kerap dikeluhkan oleh wali murid. Karena itulah, pemdes berencana membangun gedung untuk TK. Rencananya gedung ini akan dibangun di lahan aset desa di sisi barat balai desa setempat dengan ukuran 4x12 meter.
“Apalagi kondisinya saat ini sangat memprihatinkan. Atapnya sudah berlubang, sehingga saat musim hujan, proses belajar mengajar sering diliburkan,” ungkapnya.
Usman menjelaskan gedung ini nantinya akan dikelola oleh pihak desa. Gedung TK tersebut bakal memiliki tiga ruangan. Dua ruangan diantaranya untuk ruang kelas, sementara satu ruangan lainnya untuk ruang bagi pengajar.
Keberadaan gedung TK ini sangat diperlukan. Sebab, saat ini ada sekitar 60 anak di Desa Randugong yang bersekolah di TK. Harapannya, dengan adanya gedung yang lebih representatif, maka pembangunan di desanya juga semakin maju.
“Pendidikan kan juga salah satu instrument dalam pembangunan. Kalau, pendidikan di desa kami maju, saya yakin desa Randugong juga akan semakin berkembang,” terang Usman. (fun) Editor : Jawanto Arifin