Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Setengah Tahun, Inisiden Kebakaran di Kota Pasuruan Sudah Segini

Fandi Armanto • Jumat, 3 Agustus 2018 | 17:08 WIB
PADAMKAN API: Petugas damkar menyiram air di lokasi kebakaran yang ada di Jalan soekarno-Hatta Maret silam. (Dok Jawa Pos Radar Bromo)
PADAMKAN API: Petugas damkar menyiram air di lokasi kebakaran yang ada di Jalan soekarno-Hatta Maret silam. (Dok Jawa Pos Radar Bromo)
PURWOREJO-Bencana kebakaran di wilayah Pasuruan masih cukup tinggi. Selama enam bulan di 2018, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pasuruan mencatat jumlah kebakaran mencapai 21 kali. Mayoritas didominisasi karena kelalaian masyarakat.

Ketua Pelaksana BPBD Kota Pasuruan, Yanuar Afriansyah mengungkapkan jumlah kebakaran sepanjang 2017 mencapai 44 buah. Rinciannya, 22 kebakaran terjadi di Kota Pasuruan, sementara sisanya sebanyak 22 kali terjadi di luar Kabupaten Pasuruan.

Sementara, sampai akhir Juli tahun ini, pihaknya mencatat telah terjadi 21 kali kebakaran. Kebakaran tahun ini paling sering terjadi di Kota Pasuruan sebanyak 15 kali dan sisanya sebanyak 6 kali kebakaran terjadi di Kabupaten Pasuruan.

“Angka kebakaran tahun ini memang cukup tinggi. Sepanjang 2018 kami mencatat telah terjadi 21 kali kebakaran dan 15 diantaranya terjadi di Kota Pasuruan,” ungkapnya.

Yanuar menjelaskan kebakaran ini disebabkan beragam faktor. Diantaranya karena alam berupa panas yang menyengat dari matahari. Namun, paling sering karena disebabkan kelalaian masyarakat, seperti lupa mematikan putung rokok, elpiji dan korsleting listrik.

Ia pun berharap agar masyarakat Kota Pasuruan tetap waspada. Karena, musim kemarau diperkirakan baru berakhir pada November mendatang. Untuk itu, masyarakat harus selalu mematikan kompor dan arus listrik saat bepergian.

“Puncak musim kemarau itu Agustus dan September. Karena itu, saya harap masyarakat lebih waspada. Terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong,”jelas Yanuar. (riz/fun) Editor : Fandi Armanto
#kebakaran #kebakaran kota pasuruan