PANGGUNGREJO, Radar Bromo-Hampir tiap kali Ramadan, pengunjung di Alun-alun Pasuruan membludak. Terutama momen menjelang buka puasa.
Ini menjadi berkah bagi pedagang kaki lima (PKL). Saking banyaknya pembeli, PKL sampai harus menggelar tikar di kawasan Alun-alun.
PKL memang tidak dilarang berjualan hingga menggelar tikar untuk pembeli, Terutama saat buka puasa karena kondisi pengunjung membeludak. Namun setelah buka puasa, PKL haru stetap tertib.
Termasuk melipat tikar yang dibeber di Alun-alun. Inipula yang dilakukan personel Satpol PP setiap selesai jam buka puasa. Petugas biasanya berkeliling untuk menertibkan tikar milik PKL yang belum dilipat.
Sekretaris Satpol PP Kota Pasuruan Iman Hidayat menyatakan, pihaknya memang mempersilahkan PKL menggelar tikar selama Ramadan ini. Kebijakan itu berdasarkan kondisi Alun-alun, pengunjung semakin banyak.
“Jadi gelar tikar itu untuk pengunjung buka puasa. Karena sudah tidak muat,” katanya.
Setelah buka puasa selesai, maka pihaknya kembali menertibkan. Memang setelah mendapati kebijakan demikian banyak PKL yang menggelar tikar sebelum buka puasa.
Banyak pula pengunjung menikmati suasana sembari menunggu buka puasa.
“Tapi jika masih ngotot menggelar tikar, setelah puasa, kami akan sita,” tegasnya. (zen/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni