GADINGREJO, Radar Bromo- Ratusan rumah di Kota Pasuruan, terdampak hujan deras Sabtu (25/1) malam. Selain kebanjiran, ada juga rumah warga yang sampai ambrol.
Personel Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin mengatakan, banyak yang terdampak hujan deras. Salah satunya banjir karena luapan sungai kecil di Kelurahan Krapyakrejo, Kecamatan Gadingrejo.
“Genangan mulai pukul 02.00. Air naik ke permukiman warga,” ujarnya.
Genangan tertinggi terjadi pukul 05.30. Di Jalan Jolondriyo, RT2/RW5 Kelurahan Krapyakrejo, ketinggian air antara 10-50 sentimeter. Di wilayah ini ada 61 kepala keluarga (KK) atau 50 rumah yang terdampak.
Di Jalan Jolondriyo RT 1/RW 5, juga banyak rumah yang terdampak banjir. Ketinggian air antara 5-8 sentimeter. Bahkan, jalan tertutup genangan air setinggi 10-60 sentimeter.
“Jumlah yang terdampak ada 56 KK atau 50 rumah,” kata Anang.
Di RT 3/RW 4, Kelurahan Krapyakrejo, ada 83 KK atau 74 rumah yang terdampak. Namun, hanya 4 rumah yang kebanjiran setinggi 5-8 sentimeter. Di RT 1/RW 6, juga ada 5 rumah yang kebanjiran setinggi 5-15 sentimeter. Di daerah ini ada 123 KK atau 100 rumah. Anang mengatakan, banjir ini dampak dari hujan deras selama 8 jam.
“Hujan lebat di wilayah Kota Pasuruan,” katanya.
Tak hanya di Kelurahan Krapyakrejo, kondisi serupa terjadi di Jalan Candi Kalasan, RT 2/RW 7, Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugul Kidul. Bahkan, salah satu rumah warga Sugeng Riyadi, 51, ambrol.
“Kerugiannya belum terhitung. Alhamdulillahnya tidak ada korban jiwa,” ujar Anang.
Selain banjir, sejumlah pohon juga tumbang. Salah satunya pohon perindangan di Jalan Raya Soekarno Hatta, Kelurahan Karangketug, Kecamatan Gadingrejo. Syukur, bencana ini tak sampai makan korban jiwa. (zen/rud)
Editor : Ronald Fernando