LEKOK, Radar Bromo - BMKG Pasuruan mengingatkan masyarakat di wilayah pesisir Lekok dan Nguling untuk waspada. Menyusul adanya sesar di wilayah setempat.
Sesar sendiri merupakan patahan pada lapisan penyusun bumi yang mengalami pergerakan. Hal itu terlihat jelasp pada topografi BMKG Pasuruan.
Di mana, adanya gawir sesar atau tebing curam yang terbentuk akibat sesar yang memanjang, berarah barat-timur sepanjang 18 kilometer di Kecamatan Lekok dan Nguling.
“BMKG sedang melakukan kajian. Kami imbau, masyarakat untuk tetap tenang,” kata Kepala Stasiun Geofisika Pasuruan di Pandaan Rully Oktavia Hermawan.
Ia menguraikan, tidak ada niatan untuk menakut-nakuti masyarakat. Khususnya, mereka yang berada di wilayah Lekok dan Nguling.
Namun, informasi tersebut, diharapkannya bisa memberikan kewaspadaan kepada masyarakat.
Mengingat, sesar yang ada, berpotensi terjadinya gempa. Sehingga, kewaspadaan diperlukan, untuk memastikan tidak ada kerugian besar yang ditimbulkan. Terutama, mencegah terjadinya korban jiwa.
Skenario peta guncangan yang dijalankan dengan sumber gempa bumi di sesar Pasuruan, maksimum M 6.0. Pada topografi ditunjukan dengan kode atau tanda bintang berwarna hitam.
Dampak yang dirasakan, mencapai 120 gal atau VI MMI atau getaran dirasakan oleh semua penduduk.
Dalam topografi, sesar tersebut tampak melewati dua Kecamatan. Yaitu Kecamatan Lekok di Desa Tambak Lekok, Jatirejo, Pasinan, Wates dan Semedusari. Dan Nguling di Desa Watuprapat, Kapasan, Kedawang, Mlaten, dan Penunggul.
“Sesar di Pasuruan inj terlihat dengan jelas di topografi memanjang berarah barat timur sepanjang 18 kilometer,” ujarnya. (zen/one)
Editor : Jawanto Arifin