PASURUAN, Radar Bromo- Maraknya balap liar di wilayah Hukum Polres Pasuruan Kota menjadi perhatian Satlantas Polres Pasuruan Kota. Untuk meminimalisirnya, Satlantas mengunjungi bengkel-bengkel di kota. Para pemilik benbgkel juga diimbau agar jangan mau untuk mensetting motor yang dipakai untuk balap liar.
Bukan hanya imbauan. Saat ke bengkel-bengkel, petugas juga meminta agar pengelola tidak menjual knalpot brong. Termasuk alsesoris motor diluar peraturan.
Kasatlantas Polres Pasuruan Kota Iptu Agus Prayitno mengatakan, kegiatan itu salah satu upaya untuk meminimalisir aksi balap liar. Dengan melakukan sosialisasi larangan penjualan dan pemasangan knalpot brong di bengkel.
Apalagi di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota, masih sering digelar balap liar. Di kabupaten maupun di Kota. Lantaran itulah imbauan diperlukan. Selain itu untuk mengetahui dimana bengkel yang menghasilkan kendaraan balap liar.
Seperti yang dilakukan Rabu, (15/11) sekitar 11.30 sampai 12.30. Petugas mendatangi salah satu bengkel, di Jalan KH Achmad Dahlan, Kota Pasuruan. Sebab ada informasi bengkel ini diduga kerap mensetting kendaraan balap liar.
Saat di lokasi, ternyata di bengkel tersebut memajang knalpot brong untuk diperjual belikan kepada konsumen. Untuk itu, kepolisian mewajibkan menurunkan serta menyimpannya. Berharap tidak dijual belikan kenalpot brong tersebut.
Pemilik bengkel juga diimbau, dan bersedia untuk tidak melayani pemasangan knalpot brong dan setting kendaraan untuk balap liar bagi sepeda motor. “Saat ini masih sosialisasi dulu serta melarangnya,” ujarnya.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Pasuruan Kota Aipda Breni Raharjo menambahkan, pihak Satlantas melaksanakan sosialisasi tentu ada alasannya. Termasuk larangan penjualan dan pemasangan knalpot brong serta setting motor untuk balap liar.
Apalagi sebentar lagi menjelang diberlakukannya Operasi Lilin Semeru 2023. Operasi yang ditujukan untuk menciptakan keamanan tertib berlalulintas dan suasana yang kondusif. Selain menertibkan aksi balap liar, juga sosialisasi ke bengkel untuk tidak menyetting kendaraan untuk dijadikan balap liar.
“Sosialisasi berjalan lancar. Pemilik bengkel bersedia untuk tidak menyeting dan tidak menjual kenalpot brong,” terangnya. (zen/fun)
Editor : Ronald Fernando