Lantaran api besar, pengguna jalan maupun warga sekitar hanya bisa melihat dari jauh. Mereka tak mampu berbuat apa-apa karena khawatir mobil bisa meledak sewaktu-waktu.
“Saya ketakutan mau melintas di pinggirnya. Khawatir api membesar dan meledak. Dari barat mobil itu, saya dibelakangnya,” ujar Halim, 31, salah satu pengendara motor yang sedang melintas.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 09.00 itu, cukup menyita perhatian warga. Api dalam sekejap membakar mobil yang posisinya sudah menepi itu.
Saat itu para pengendara yang lewat, sempat menghentikan lajunya dan melihat mobil. Sehingga lalulintas sempat macet.
Warga hanya melihat, ada Nur Fauzi selaku pemilik mobil, terlihat panik. Pria asal RT 4/RW 2, Dusun Sumber, Desa Wotgalih ini hanya bisa melihat, semua bagian mobil dilalap si jago merah.
Nur Fauzi menjelaskan, sebelumnya ia sedang di warung miliknya di dekat Pasar Ngopak, Desa Arjosari. Nah pukul 08.30, mau pulang ke rumahnya. Lantaran bahan bakar mobil itu dirasa kurang, akhirnya ia mengisi BBM di SPBU Sedarum.
“BBMnya jenis pertalite di SPBU sedarum. Setelah itu saya mau pulang,” ujar Nur Fauzi.
Di perjalanan pulang itu, ia melintas di Jalan raya Sedarum. Setelah tiba di sekitar warung solo, Desa Sedarum, api muncul dimobilnya, dalam kap depan. Mengetahui itu, ia langsung menepi ke arah kiri. Tujuannya untuk memadamkannya, lalu mengeceknya.
Nah ternyata api semakin membesar dan membesar, hingga membakar seluruh badan mobil. Bingung mau memadamkannya, mau ngambil air kemana. Warga pun mencoba memadamkan. Tapi apinya tetap berkobar.
Kapolsek Nguling AKP Miftahul mengatakan, dalam insiden itu nihil korban jiwa. Pengendara menghindar saat kobaran api membesar. Hanya kerugian materil kurang lebih 15 juta. “Pengendara sendirian. Tidak ada temannya,” ujarnya.
Anggota Lantas Pos Ngopak Polres Pasuruan Kota Aipda Wisnu mengatakan, mobil terbakar informasinya diduga lantaran korsleting listrik pada mobil. “Itu informasi yang saya terima,” ujarnya. (zen/fun) Editor : Ronald Fernando