Gunung Arjuno dan Ringgit Pasuruan Masih Membara Senin Pagi 19 Oktober

Mokhamad Zubaidillah • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 08:04 WIB
MEMBARA: Kawasan Gunung Arjuno dan Ringgit nampak dikepung kobaran api, Senin dinihari (19/10). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)
MEMBARA: Kawasan Gunung Arjuno dan Ringgit nampak dikepung kobaran api, Senin dinihari (19/10). (Mokhamad Zubaidillah/ Radar Bromo)

 

PRIGEN, Radar Bromo – Kebakaran hutan di lereng Gunung Arjuno dan Ringgit, Kabupaten Pasuruan, belum juga padam. Hingga Senin (18/10), masih ada puluhan titik api terpantau.

Pemadaman sendiri masih mengandalkan jalur darat hingga Minggu. Belum ada dukungan water bombing menggunakan helikopter.

Kepulan asap kebakaran masih terlihat dari kejauhan, mulai pagi hingga malam hari. Asap tersebut tampak jelas dari Desa Dayurejo dan Jatiarjo, Kecamatan Prigen.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, kobaran api kian meluas di sejumlah titik lereng Gunung Arjuno-Ringgit dari kawasan persawahan Desa Bulukandang, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan pada Senin (19/10) dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

​Kebakaran yang terdeteksi sejak Kamis (15/10) ini masih belum padam. Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD Pasuruan, BPBD Jatim, Polhut, Manggala Agni, dan relawan terus berjuang melakukan pemadaman secara manual dari jalur darat.

Kepala UPT Tahura R. Soerjo Agustiningtyas Marini mengatakan, api masih menyala di sejumlah titik di kawasan Tahura R. Soerjo. Lokasi kebakaran antara lain di Blok Rangsang, Sawahan Kesek menuju Pondokan, serta kawasan Gunung Ringgit.

”Untuk apinya belum padam. Pemadamannya ditempuh dengan jalur darat,” beber Marini.

Menurut dia, jumlah titik api di lereng Arjuno dan Ringgit mencapai puluhan. Hingga Minggu (18/10), sebanyak 27 titik api terpantau.

”Jumlah hotspot-nya ada 27 titik api. Luas yang terbakar belum diketahui, masih proses pemadaman,” jelasnya.

Vegetasi yang terbakar didominasi alang-alang dan semak belukar. Selain itu, api juga membakar cemara gunung.

Untuk menangani api yang belum padam, tim menyiapkan tambahan regu pengendalian kebakaran sejak Minggu pagi. Upaya tersebut difokuskan pada pembuatan sekat bakar untuk membatasi penjalaran api serta pemadaman di area yang dapat dijangkau petugas.

”Water bombing belum ada. Kami optimalkan pemadamannya jalur darat,” tegas Marini. (zal/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
ringgit kebakaran hutan pasuruan gunung arjuno prigen