Median Jalan Nasional Surabaya-Malang di Pasuruan Banyak yang Rusak

Jawanto Arifin • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:14 WIB
HANCUR: Salah satu titik median jalan di ruas Surabaya-Malang yang mengalami kerusakan. (Rizal Syatori/Radar Bromo)
HANCUR: Salah satu titik median jalan di ruas Surabaya-Malang yang mengalami kerusakan. (Rizal Syatori/Radar Bromo)

PANDAAN, Radar Bromo - Kondisi median jalan di sepanjang ruas jalan nasional Surabaya–Malang, khususnya yang melintasi wilayah Kabupaten Pasuruan, kini tengah dipersoalkan.

Di sejumlah titik, fasilitas pembatas jalan tersebut ditemukan dalam kondisi rusak parah dan belum mendapatkan perbaikan menyeluruh.

Berdasarkan pantauan di lapangan, titik kerusakan tersebar di lima kecamatan, meliputi wilayah Kecamatan Gempol, Pandaan, Sukorejo, Purwosari, hingga Purwodadi.

Jalur ini merupakan urat nadi transportasi yang padat, di mana pemeliharaannya berada di bawah kewenangan penuh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali.

Pengawas Lapangan BBPJN Jatim-Bali untuk ruas Sidoarjo–Kepanjen, Dimas Prasetyo, tidak menampik adanya titik-titik kerusakan baru tersebut.

Menurutnya, pihak jajaran terkait terus memberikan atensi dan melakukan pengawasan berkala.

"Beberapa titik median jalan nasional yang mengalami kerusakan, sebagian sudah kami perbaiki kembali. Namun, untuk kerusakan yang sifatnya baru, memang ada yang belum tersentuh perbaikan," ujar Dimas.

Ia menjelaskan, sebagian besar kerusakan fisik pada median jalan ini, dipicu oleh faktor kecelakaan lalu lintas.

Volume kendaraan berat yang tinggi di jalur provinsi ini, membuat pembatas jalan rawan hancur akibat dihantam kendaraan yang hilang kendali.

"Faktor penyebabnya, sebagian besar karena tertabrak kendaraan. Mulai dari mobil pribadi, truk, dump truck, hingga truk kontainer," bebernya.

Mengenai kelanjutan perbaikan, pihak BBPJN Jatim-Bali menargetkan pengerjaan fisik dapat diupayakan tuntas, pada sisa tahun anggaran ini.

Proses pemulihan fasilitas publik tersebut, bakal memanfaatkan dana pemeliharaan rutin yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kami upayakan perbaikannya bisa berjalan tahun ini. Jika terkendala teknis, selambat-lambatnya akan kami eksekusi pada awal tahun depan. Di lapangan situasi ini terus kami pantau dan tetap menjadi prioritas atensi kami," terang Dimas.

Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati saat melintasi titik-titik median jalan yang rusak.

Terutama saat berkendara di malam hari atau dalam kondisi cuaca buruk, guna menghindari potensi kecelakaan. (zal/one)

Editor : Jawanto Arifin
rusak median pasuruan jalan pembatas jalan