PANDAAN, Radar Bromo- Pusat Study Gempa Nasional (PUSGEN) di tahun tahun 2017, terdapat Sesar di wilayah Pasuruan. Data ini juga dan diupdate pada 2024 lalu sudah ada dan di identifikasi. Sesar tersebut hingga sekarang terus dimonitoring.
Dari hasil rilis, panjang sesar 18 kilometer yang memanjang dari arah barat ke timur. Ini terbentang melalui wilayah Kecamatan Lekok dan Nguling, Kabupaten Pasuruan dan Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
"Sesar Pasuruan ini bukan sesar baru, tetapi sudah di identifikasi dan dirilis oleh PUSGEN sejak 2017 lalu. Di lapangan, terus kami monitoring," terang kepala Plt Stasiun Geofisika Pasuruan Suwarto.
Lebih lanjut Suwarto menuturkan, sesar Pasuruan ini bukan berada di laut. Melainkan di darat dan sudah lama. Terjadi karena adanya dorongan dari lempeng tektonik.
"Di lapangan, kejadian gempa bumi di sesar Pasuruan ini belum ada. Tapi dari sesar lain itu ada dan pernah terjadi," jelasnya.
Dengan adanya sesar Pasuruan, pihaknya menghimbau masyarakat tidak perlu panik. "Kita tidak tahu kapan gempa bumi akan terjadi. Karena sampai dengan saat ini gempa bumi itu belum bisa diprediksi," ungkapnya.
Suwarto lanjut menuturkan, yang perlu dilakukan adalah peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi dan bencana gempa bumi. Dengan membangun bangunan yang tahan dan kuat terhadap guncangan gempa bumi.
"Juga meningkatkan literasi dan pemahaman terhadap kesiapsiagaan dengan latihan evakuasi ketika gempa bumi terjadi," bebernya. (zal/fun)
Editor : Abdul Wahid