Warga Martopuro Purwosari Geger, Lansia Ditemukan Meninggal di Teras Rumah Warga

Rizal Syatori • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 20:09 WIB
Ilustrasi mayat
Ilustrasi mayat

 

PURWOSARI, Radar Bromo – Warga Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan digemparkan dengan penemuan jasad seorang laki-laki lansia, Rabu (7/10).

Korban ditemukan dengan posisi telungkup di sebuah teras rumah yang terletak di belakang SDN Martopuro 1.

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh warga sekitar, tak lama setelah waktu subuh, yakni sekitar pukul 05.15.

Korban berhasil diidentifikasi sebagai Eko Heri Susianto, 65, seorang warga yang berdomisili di Dusun Kemantren Wetan, Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari.

Saat pertama kali ditemukan, korban masih mengenakan pakaian lengkap.

Sesaat setelah penemuan tersebut, pihak keluarga langsung mengevakuasi dan membawa pulang jasad korban secara mandiri ke rumah duka, sebelum aparat kepolisian tiba.

Kanitreskrim Polsek Purwosari Aiptu Dodik Waluyo membenarkan adanya insiden penemuan mayat tersebut.

Pihaknya segera menerjunkan personel ke lokasi kejadian dan berlanjut ke rumah duka untuk melakukan proses penyelidikan awal.

"Saat ditemukan warga di TKP, posisi jasad korban dalam keadaan tidur telungkup dan masih menggunakan pakaian lengkap. Ketika petugas kami tiba di lokasi, ternyata jasad korban sudah dievakuasi oleh pihak keluarga ke rumah duka," terangnya.

Berdasarkan keterangan dari istri korban, diketahui bahwa lansia tersebut sempat berpamitan keluar rumah sejak Selasa malam (6/10) sekitar pukul 20.00, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia keesokan paginya.

Pihak kepolisian bersama tim medis juga telah melakukan pemeriksaan luar (visum et repertum) terhadap jasad korban untuk memastikan penyebab kematiannya.

Hasil pemeriksaan menyatakan bahwa fisik korban dalam kondisi wajar.

"Hasil pemeriksaan luar pada jasad korban memastikan tidak diketemukan adanya tanda-tanda bekas kekerasan atau penganiayaan. Korban selama ini diketahui memiliki riwayat penyakit medis kronis yaitu stroke dan hipertensi," tambahnya.

Pasca kejadian ini, pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menerima kematian korban sebagai musibah takdir.

Mereka secara resmi menolak untuk dilakukan tindakan otopsi lebih lanjut, diperkuat melalui pembuatan surat pernyataan tertulis bermaterai di hadapan petugas. (zal/one)

Editor : Muhammad Fahmi
martopuro mayat pasuruan purwosari lansia