Mulai Bersih-bersih Lapak dan Kios di Pasar Kepulungan usai Kebakaran

Rizal Syatori • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 08:06 WIB
YANG TERSISA: Pembersihan lapak dan kios pasca kebakaran di Pasar Desa Kepulungan Minggu (4/10) pagi. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
YANG TERSISA: Pembersihan lapak dan kios pasca kebakaran di Pasar Desa Kepulungan Minggu (4/10) pagi. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

GEMPOL, Radar Bromo-Sepekan sudah kebakaran Pasar Desa Kepulungan di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol terjadi. Tercatat sekitar 250 lapak dan kios  terdampak kebakaran. Minggu  (4/10), sejak pagi mulai dilakukan pembersihan lapak dan kios serta puing-puingnya yang terbakar.

Pantauan Jawa Pos Radar Bromo saat datang ke lokasi pasar desa, bersih-bersih lapak dan kios yang terbakar melibatkan para pedagang pasar desa setempat. Hadir di sana Pemdes Kepulungan, relawan dari FPRB Kecamatan Gempol dan PAC Ansor Gempol.

Menggunakan peralatan manual, seperti cangkul dan sekrop, satu persatu barang dan puing sisa kebakaran dikeluarkan dari lapak dan kios yang terbakar.

Meski begitu aktifitas perekonomian pasar desa ini tetap jalan terus. Pedagang yang lapak dan kiosnya tidak ikut terbakar, tetap berjualan.

"Pembersihan lapak dan kiosnya yang terbakar, dilakukan mulai hari ini. Dilakukan hingga beberapa hari kedepan, targetnya maksimal satu pekan sudah selesai," kata Nur, salah seorang pedagang sayuran yang lapaknya terbakar.

Untuk puing dari lapak dan kios yang terbakar masih bisa digunakan, selanjutnya akan dijual rongsokan. Sedangkan yang sudah tidak bisa dipilah maupun dijual, segera dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

"Kemarin sudah saya sampaikan, untuk puing-puing yang masih bisa dijual biar dijual. Yang tidak bisa dijual, diangkut ke TPA oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH)," kata ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat.

Pembersihan material lapak dan kios yang terbakar ini dilakukan agar lebih bersih. Sekaligus juga persiapan pembangunan kembali lapak dan kios semipermanen, yang akan dianggarkan dari Bantuan Tidak Terduga (BTT). “Kini (BTT, red) dalam proses dan masih menunggu,” tandasnya. (zal/fun)

           

Editor : Abdul Wahid
pasar kepulungan pasar terbakar pasar tradisional