GEMPOL, Radar Bromo—Kebakaran hebat melanda Pasar Kepulungan di Gempol, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (26/9) siang. Arus lalu lintas di jalur Surabaya-Malang pun tersendat hingga 4 kilometer.
Api pertama kali terlihat sekitar pukul 12.30. Kobaran api dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lain.
Material bangunan dan barang dagangan yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan. Sedikitnya ada 200 kios dan toko di lokasi itu.
Dari ruas Jalan Surabaya-Malang, kepulan asap terlihat membumbung tinggi. Membuat pengendara yang melintas spontan mengurangi kecepatan untuk melihat kondisi pasar.
Kepulan asap juga menutup sebagian pandangan, membuat pengendara memperlambat laju kendaraan.
Aktivitas pemadaman api oleh petugas Damkar dan warga sekitar juga membuat ruang gerak kendaraan semakin terbatas.
Baca Juga: Sekeluarga asal Mangunharjo Probolinggo Jadi Korban Tabrak Lari di Kepulungan Gempol, 3 Meninggal
Situasi tersebut memicu kemacetan panjang. Antrean kendaraan mengular hingga sekitar 4 kilometer.
Bahkan, antrean kendaraan terbentuk di kedua arah. Baik di jalur Surabaya-Malang, maupun Malang-Surabaya.
Truk dan kendaraan pribadi harus bergerak perlahan melewati kawasan pasar. Termasuk kendaraan berat, juga terjebak di jalur utama Surabaya-Malang.
Sekretaris Desa Kepulungan Fahrudin Salim mengatakan, laporan kebakaran diterimanya sekitar pukul 12.30. Dia langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi pasar.
“Begitu saya sampai di lokasi, api sudah membesar. Hampir seluruh isi pasar terbakar dan tidak ada yang tersisa,” katanya.
Besarnya kobaran membuat upaya penyelamatan barang dagangan nyaris tidak memungkinkan. Para pedagang semburat sambil menyelamatkan segala yang belum tersentuh api.
Mereka mesti berkejaran dengan jilatan api yang terus menjalar ke sejumlah bagian pasar ketika petugas dan warga tiba. Barang dagangan yang berada di dalam bangunan ikut terbakar. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.
Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan awal. Pendataan terhadap kios, bangunan, dan barang dagangan yang terbakar masih dilakukan.
Besarnya kebakaran juga membuat proses pemadaman membutuhkan banyak pasokan air.
Tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Dua unit berasal dari Kabupaten Pasuruan dan satu unit lainnya dari Sidoarjo.
Pasokan air tambahan didatangkan dari berbagai pihak. Empat unit mobil tangki air milik swasta ikut membantu proses pemadaman. PT Gudang Garam juga mengirimkan satu unit untuk mendukung suplai air.
Tidak hanya itu. Puluhan truk tangki air isi ulang berdatangan secara bergantian. Air disuplai ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap dan bara.
Petugas kepolisian, TNI, relawan, serta warga ikut membantu proses penanganan. Mereka bekerja di tengah panas, asap tebal, dan kondisi bangunan pasar yang sudah banyak mengalami kerusakan.
Tantangan terbesar petugas juga harus memastikan bara di antara puing-puing tidak kembali menyala. Hingga sekitar pukul 16.00, proses pemadaman masih dilanjutkan dengan pembasahan. Petugas menyisir bagian pasar yang terbakar untuk memastikan titik api benar-benar terkendali.
Sementara itu, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik. Namun, kepastian mengenai sumber api masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut. (tom/hn)
Editor : Muhammad Fahmi